Industri farmasi dan kosmetik Indonesia kembali unjuk gigi di pasar global. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak perusahaan nasional yang sukses menembus pasar ekspor di Asia, Afrika, Eropa, Amerika, hingga Oseania. Capaian ini bukan hanya menunjukkan daya saing produk, tetapi juga menandakan bahwa dunia semakin percaya pada kualitas, keamanan, dan inovasi produk buatan Indonesia—mulai dari kosmetik, perawatan diri, obat-obatan, suplemen, hingga komoditas bahan baku seperti minyak atsiri. Keberhasilan lintas kategori ini membuktikan bahwa Indonesia tidak lagi sekadar pemain regional, tetapi telah naik kelas menjadi produsen dengan standar global.
Sejalan dengan gelaran Indonesia Pharmaceutical and Cosmetics for Sustainability 2025 di Plaza Industri, Kementerian Perindustrian, Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil, Taufiek Bawazier, menyoroti meningkatnya performa ekspor sebagai bukti kekuatan industri strategis Indonesia. Menurutnya, capaian ini perlu terus diperluas karena ekspor menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan industri manufaktur nasional.
Pada sektor kosmetik dan personal care, produk-produk Indonesia semakin diterima di pasar internasional karena menawarkan inovasi sekaligus harga kompetitif. PT Prioritas Jaya Indonesia, misalnya, berhasil mengekspor sabun pepaya (merek Jinzu dan Thai) ke Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Nigeria, hingga Kepulauan Pasifik. Produk pewangi seperti parfum Honor dan Vlagio bahkan sudah masuk ke Malaysia dan Filipina. Dengan portofolio yang semakin beragam, perusahaan ini menunjukkan bagaimana UMKM dan industri menengah Indonesia punya ruang tumbuh besar di pasar global.
Kesuksesan lain ditunjukkan oleh PT Malidas Sterilindo yang mengekspor sabun dan sampo merek d’orzu ke Malaysia, serta PT Gemma Natura Lestari yang mengirimkan produk Shumi ke Jepang dan Secrets ke Nigeria. Fakta bahwa produk Indonesia diterima di pasar Jepang—yang terkenal ketat—menjadi bukti bahwa standar kualitas industri kita sudah berada di level tinggi.
Pada skala besar, Indonesia juga diperkuat oleh pabrik manufaktur global. PT Yasulor Indonesia (L’Oréal), yang merupakan pabrik L’Oréal terbesar di dunia, mendedikasikan 60% kapasitas produksinya untuk ekspor. Produk-produk dari pabrik ini telah menjangkau hampir 20 negara, termasuk UEA, Pakistan, Australia, Korea, hingga Afrika Selatan. Demikian pula Unilever Indonesia dengan ekosistem brand globalnya yang mengekspor berbagai produk ke 22 negara. Argumen penting di sini adalah: keberadaan pabrik multinational berskala besar di Indonesia menjadi bukti bahwa ekosistem industri nasional dinilai stabil, kompetitif, dan berkelanjutan oleh investor global.
Di sektor farmasi, performa ekspor juga meningkat tajam. PT Darya-Varia Laboratoria Tbk sukses mengekspor obat-obatan unggulannya ke Filipina, Hong Kong, dan UEA. Sementara BUMN farmasi Indofarma mengekspor berbagai obat ke Afghanistan, Singapura, dan Kamboja, diikuti PT Phapros dengan pangsa pasar hingga Peru dan Timor Leste. Ini menunjukkan bahwa obat produksi Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di berbagai kawasan dengan regulasi berbeda.
Grup besar seperti Dexa Group bahkan menunjukkan jangkauan ekspor luas yang mencakup Asia Tenggara, Eropa (Inggris, Belanda, Polandia), Amerika (AS, Kanada), hingga Afrika (Nigeria). PT Konimex juga menjadi salah satu pemain terbesar, mengekspor produknya ke 10 negara lebih, termasuk China dan Jepang. Dalam konteks industri farmasi, kemampuan memasuki pasar negara maju menunjukkan bahwa standar produksi Indonesia sudah memenuhi persyaratan regulasi global seperti BPOM, FDA, dan standar Eropa.
Permintaan global terhadap produk herbal Indonesia juga terus meningkat. PT Setia Kawan Abadi berhasil mengirim Golden Koffie dan Go-Slim ke Nigeria serta Pinoy Jamu Booster dan Integra ke Filipina. PT Sinkona Indonesia Lestari turut memperluas ekspor minyak atsiri seperti nilam, sereh wangi, dan pala—komoditas yang selama ini menjadi tulang punggung industri kosmetik global. Hal ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok bahan baku herbal terbaik di dunia.
“Keberhasilan ekspor ini membuktikan standar tinggi dan inovasi yang diterapkan industri farmasi dan kosmetik Indonesia. Permintaan global terus tumbuh untuk produk yang menggabungkan bahan alami berkualitas dengan teknologi modern,” ujar Taufiek saat meninjau pameran. Pernyataan ini menegaskan bahwa kombinasi kearifan lokal (natural ingredients) dan proses industri modern adalah formula kuat yang membuat produk Indonesia diminati dunia.
Secara keseluruhan, capaian ekspor sektor ini bukan hanya mengangkat citra Indonesia di pasar global, tetapi juga menyumbang devisa, memperkuat rantai pasok industri dalam negeri, dan membuktikan bahwa Indonesia siap bersaing di tengah persaingan industri kesehatan dan kecantikan dunia yang sangat ketat.



