Indonesia Resmi Uji Udang Bebas Cesium 137

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menunjukkan komitmennya menjaga kualitas produk ekspor Indonesia. Sebagai Certifying Entity (CE) untuk udang bebas Cesium-137 (Cs-137), KKP resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait tata laksana pengujian Cs-137 sebagai syarat utama penerbitan Health Certificate (HC) mutu untuk pasar Amerika Serikat.

“Untuk memastikan skema sertifikasi udang bebas Cs-137 berjalan optimal, kami mempercayakan seluruh proses pengujian kepada laboratorium BRIN yang sudah berkompeten dan mendapatkan approval langsung dari FDA,” ujar Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, dalam rilis resmi pada Rabu (26/11).

Penandatanganan berlangsung pada 24 November di Serpong. Kerja sama ini kian memperkuat fondasi layanan sertifikasi Indonesia, setelah sebelumnya KKP juga menggandeng Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). Dengan demikian, pengawasan produk udang ekspor kini melibatkan ekosistem yang lengkap—pemerintah, regulator, hingga lembaga riset nuklir nasional.

Skema sertifikasi bebas Cs-137 mencakup dua tahap penting: scanning dan testing, yang sepenuhnya dilakukan oleh BRIN dan Bapeten sebagai lembaga ketenaganukliran resmi. Hasil uji dari kedua institusi tersebut menjadi syarat wajib sebelum KKP menerbitkan HC mutu. Untuk memastikan proses berjalan sesuai standar internasional, KKP juga telah menurunkan Inspektur Mutu terlatih dalam pelaksanaan kontrol sesuai ketentuan Import Alert #99-52 oleh FDA.

Ishartini menjelaskan bahwa ruang lingkup kemitraan KKP–BRIN mencakup penyediaan bahan uji, pemindaian dan pengujian radioaktif, pertukaran data, pelatihan metode teknologi pemindaian, hingga pemanfaatan laboratorium bersama. Bahkan, kerja sama ini juga memberi ruang bagi keterlibatan para pakar dalam menyusun rekomendasi regulasi dan pedoman teknis—sebuah langkah strategis yang memperkuat fondasi keamanan pangan nasional.

Sinergi lintas sektor ini tidak hanya soal regulasi, tetapi juga tentang menjaga posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama pasar udang dunia. Saat ini, Indonesia masih menjadi top 3 negara eksportir udang terbesar ke Amerika Serikat. Artinya, standar keamanan pangan bukan sekadar syarat ekspor—tetapi modal penting untuk mempertahankan kepercayaan pasar global.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, juga berkali-kali menegaskan komitmen KKP dalam menjamin keamanan dan kualitas semua produk perikanan. Melalui penerapan sembilan skema sertifikasi dan penerbitan HC mutu, KKP memastikan produk perikanan Indonesia memenuhi standar sanitasi, higiene, dan keamanan pangan yang berlaku secara internasional.

Secara keseluruhan, kebijakan ini bukan hanya memperkuat daya saing produk udang, tetapi juga mengirim pesan bahwa Indonesia siap bersaing dengan standar tertinggi—bahkan di pasar yang paling ketat seperti Amerika Serikat.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×