Kampus Unitomo Pimpin Gerakan Transformasi Digital yang Beretika di Indonesia

Perkembangan teknologi digital, sepesat apa pun lajunya, tidak boleh meruntuhkan nilai moral, etika, dan kemanusiaan. Pesan itu kembali ditegaskan saat pembukaan Indonesia.go.id Goes To Campus bertema “Your Story, Our Nation” di Kampus Unitomo Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/11/2025).

Rektor Unitomo, Prof. Siti Marwiyah, mengingatkan bahwa etika adalah fondasi yang tidak bisa dinegosiasikan dalam ruang digital. “Dalam dunia digital, moralitas tidak boleh ditinggalkan. Transformasi digital hanya bermakna jika tetap berpijak pada nilai kemanusiaan, sesuai etos Dr. Soetomo,” tuturnya. Pesan ini relevan, mengingat algoritma, bisnis digital, dan kecepatan informasi kerap menggeser sensitivitas manusia, padahal teknologi sejatinya diciptakan untuk memperkuat peradaban, bukan sebaliknya.

Ia juga menilai tema “Your Story, Our Nation” sangat tepat dengan kultur Unitomo, yang meyakini bahwa setiap mahasiswa memiliki kisah perjuangan, mimpi, dan kontribusi bagi bangsa. “Ketika cerita mahasiswa dipertemukan dengan kebijakan yang visioner, lahirlah narasi besar tentang masa depan Indonesia,” ujarnya. Argumennya jelas: pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga pada suara warga muda yang sering terabaikan.

Karena itu, Prof. Siti Marwiyah berharap kehadiran Kemkomdigi melalui Indonesia.go.id Goes to Campus tidak berhenti sebagai forum seremoni atau transfer informasi satu arah. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan memantik energi perubahan, mendorong rasa percaya diri, dan membuka ruang dialog kebijakan. “Event ini belum tentu hadir kembali. Jangan lewatkan sedetik pun,” tegasnya.

Unitomo pun membuka peluang kolaborasi jangka panjang dengan Kemkomdigi, terutama setelah kunjungan Dirjen Komunikasi Publik dan Media, Fifi Aleyda Yahya. Menurutnya, kerja sama berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan kompetensi digital mahasiswa. “Semoga kunjungan ini menjadi awal kolaborasi strategis untuk membangun ruang digital Indonesia yang maju, aman, inklusif, dan berlandaskan etika,” katanya. Sebab, tanpa kemitraan kampus–pemerintah–industri, literasi digital akan sulit tumbuh merata.

Di sisi lain, Prof. Siti Marwiyah juga berbagi pengalaman pribadinya ketika menulis opini di media massa, yang tidak selalu mudah dipublikasikan. Kini, ruang digital membuka kesempatan lebih luas dan demokratis. “Dunia digital memungkinkan kita berbicara dan berkarya tanpa batas. Tapi gunakan etika dan moral. Konten yang baik dan berumur panjang akan selalu dicari masyarakat,” pesannya. Ini menjadi pengingat bahwa viral tidak selalu berarti bermanfaat—kualitas, bukan sekadar popularitas, yang akan bertahan.

Ia mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan teknologi secara mandiri, modern, kreatif, sekaligus bertanggung jawab. Narasi yang kuat dan humanis diyakini dapat menjadi kontribusi abadi dalam ruang publik, apalagi di era ketika opini publik sering ditentukan tren sesaat.

Kegiatan Indonesia.go.id Goes To Campus menghadirkan penulis Fenti Effendi, akademisi Nur’annafi Farni, dan kreator konten Hari Obbie, yang berbagi praktik komunikasi digital yang relevan, kritis, dan etis. Program ini sejalan dengan Asta Cita, yang menempatkan peningkatan kualitas SDM unggul dan percepatan transformasi digital sebagai prioritas nasional.

Menutup sambutannya, Rektor Unitomo menitipkan harapan besar kepada Kemkomdigi. “Kami menitipkan mahasiswa kami. Bimbing mereka agar menjadi generasi digital yang menjadi harapan bangsa,” ujarnya. Harapan ini tidak berlebihan—karena tanpa generasi muda yang cakap digital dan beretika, Indonesia berisiko menjadi penonton di tengah revolusi teknologi.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×