Olahraga berkuda memanah Indonesia kini memasuki babak baru yang penuh makna. Setelah melalui proses panjang dalam membangun fondasi dan sistem pembinaan, Federasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Berkuda Memanah (PBM) atau Indonesian Horseback Archery Federation (IHAF) resmi diterima sebagai anggota Asian Horseback Archery Federation (AHAF). Keanggotaan ini bukan sekadar pengakuan formal, tetapi menjadi gerbang besar yang membuka akses bagi Indonesia untuk ikut serta dalam kompetisi resmi tingkat Asia dan memperkuat sistem pembinaan atlet agar semakin berdaya saing di level internasional.
Momen penyerahan sertifikat keanggotaan AHAF berlangsung penuh haru dan semangat. Sertifikat diserahkan langsung oleh perwakilan AHAF kepada Ketua Umum FN PBM, Triwatty Marciano, disaksikan oleh jajaran pengurus dan tokoh penting dunia olahraga. Hadir pula perwakilan KONI Pusat Kolonel (Purn) Irfan Bahtiar, pendiri Kampung Maghfirah KH. Ahmad Hatta, pengurus Indonesia Equestrian Archery (IEA), serta Asisten Deputi Kemenpora RI, Yayat Suyatna. Bagi komunitas berkuda memanah tanah air, momen ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia kini telah diakui sebagai bagian aktif dari komunitas olahraga berkuda memanah Asia—sebuah langkah besar dalam diplomasi olahraga yang menyatukan budaya, sportivitas, dan kebanggaan bangsa.
Dalam sambutan yang dibacakan Wakabid Sport Science, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menyampaikan ucapan selamat dan dorongan penuh bagi FN PBM. Ia menekankan bahwa keanggotaan ini harus menjadi momentum kebangkitan untuk meningkatkan kualitas pelatihan dan kompetisi nasional. Menurutnya, pembinaan atlet harus disertai dengan transformasi tata kelola organisasi yang profesional agar olahraga ini memiliki arah pembinaan yang jelas dan berkelanjutan. “Kami mendukung penuh transformasi organisasi demi tata kelola yang baik. Kini FN PBM telah resmi menjadi anggota AHAF, ini bukti kemajuan nyata olahraga berkuda memanah Indonesia,” ucap Marciano.
Dukungan juga datang dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Mewakili Menpora RI, Asisten Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, Yayat Suyatna, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, terutama karena Kampung Maghfirah dipercaya menjadi tuan rumah ajang internasional. Ia menilai, event seperti ini tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga momentum untuk melahirkan atlet-atlet tangguh yang mampu bersaing di kancah dunia. “Kemenpora memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kejuaraan ini. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin dan melahirkan atlet berprestasi,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari mancanegara. Board AHAF asal Pakistan, Ali Fawad, menyampaikan kekagumannya terhadap peran Indonesia yang dianggap mampu menjadi tuan rumah yang hangat dan profesional, khususnya melalui pelaksanaan IHAA Asian Nation Cup 2025 Stage 2 yang diikuti 11 negara—mulai dari Rusia, Australia, Kazakhstan, Cina, Pakistan, Yordania, Malaysia, Singapura, Polandia, Thailand, hingga Indonesia sendiri. “Tempat ini sangat indah dan semangat persaudaraan antar atlet sangat terasa. Terima kasih atas undangannya,” ungkapnya.
Bagi pendiri Kampung Maghfirah, KH. Ahmad Hatta, momen ini adalah kebanggaan tersendiri. Ia merasa terhormat karena fasilitas yang dibangun bersama komunitas kini menjadi bagian penting dalam sejarah olahraga berkuda memanah Indonesia. “Kami merasa sangat terhormat dipercaya menjadi tuan rumah event internasional ini. Semoga para peserta membawa pulang pengalaman dan kenangan terbaik,” ujarnya penuh haru.
Dengan status keanggotaan AHAF, FN PBM kini memiliki akses lebih luas dalam menyusun regulasi, kalender kompetisi, hingga program pendidikan dan sertifikasi pelatih internasional. Artinya, Indonesia kini tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga bagian dari pengambil kebijakan dalam olahraga berkuda memanah di tingkat Asia. Hal ini menjadi langkah besar menuju profesionalisasi cabang olahraga yang memadukan tradisi dan keterampilan tinggi ini.
Keanggotaan AHAF bukan sekadar simbol, melainkan bukti bahwa Indonesia mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju dalam olahraga yang menuntut konsentrasi, ketepatan, dan keharmonisan antara manusia dan kuda. Lebih dari itu, ini adalah pesan kuat kepada dunia bahwa Indonesia siap menjadi kekuatan baru dalam olahraga berkuda memanah Asia. Dengan sinergi antara federasi, pemerintah, dan komunitas, olahraga ini memiliki potensi besar untuk menjadi ikon baru kebanggaan nasional—sebuah perpaduan antara warisan budaya dan prestasi dunia yang membanggakan.



