Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan sedang melaksanakan revalidasi untuk auditor Kode Manajemen Keselamatan Internasional (ISM) guna meningkatkan keselamatan pelayaran. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis auditor yang telah diakui secara legal untuk melakukan audit berdasarkan pengukuhan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut.
Herwanto, Kepala KSOP Kelas I Tanjung Emas Semarang, yang mewakili Direktur Perkapalan dan Kepelautan, menekankan pentingnya revalidasi ini untuk memastikan auditor ISM Code tetap kompeten dan responsif terhadap perkembangan terbaru. “Pejabat pemeriksa keselamatan kapal yang telah dikukuhkan sebagai auditor ISM Code wajib mengikuti revalidasi setiap lima tahun,” katanya dalam sebuah pernyataan pada Rabu (22/5/2024) seperti dilansir InfoPublik.
Herwanto menambahkan bahwa keselamatan pelayaran sangat bergantung pada kapal yang memenuhi persyaratan kelaiklautan. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui para auditor ISM Code bertanggung jawab memastikan bahwa perusahaan pelayaran dan kapal niaga Indonesia menerapkan sistem manajemen keselamatan secara efektif untuk menjamin keselamatan penumpang dan barang yang diangkut. “Sistem ini harus tercatat dan terdokumentasi dengan baik serta beradaptasi dengan perkembangan terbaru. Implementasi yang efektif memerlukan koordinasi yang kuat antara regulator dan operator,” ujarnya.
Selain itu, auditor ISM Code harus selalu adaptif terhadap perkembangan terkini. Misalnya, pandemi COVID-19 mengharuskan penyesuaian pada sistem manajemen keselamatan, dengan IMO menerbitkan panduan tambahan untuk menangani pandemi di kapal. “Revalidasi auditor juga mencakup penyesuaian ini, memastikan auditor memiliki kompetensi yang relevan dengan situasi terbaru,” jelasnya.
Kasubdit Pencegahan Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal dan Perlindungan Lingkungan di Perairan, Capt. Miftakhul Hadi, menambahkan bahwa revalidasi tahun ini diikuti oleh 36 peserta yang merupakan perwakilan dari Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, serta Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. “Auditor ISM Code melakukan revalidasi selain untuk memperbarui pengetahuan dan kemampuan teknis dalam melaksanakan audit manajemen keselamatan pengoperasian kapal, sekaligus menetapkan kembali legalitas jabatan mereka,” ujarnya.
Materi yang disampaikan dalam revalidasi mencakup berbagai aspek manajemen keselamatan kapal berdasarkan ISM Code dan peraturan perundang-undangan terkait. “Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen semua pihak dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan secara konsisten, guna memastikan keselamatan dan keamanan operasional kapal-kapal niaga berbendera Indonesia,” tutup Capt. Miftakhul.
pentingnya menjaga standar tinggi dalam keselamatan pelayaran melalui revalidasi berkala auditor ISM Code. Dalam dunia pelayaran yang terus berkembang, kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan adalah kunci. Selain itu, kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan bahwa keselamatan dan keamanan pelayaran bukan hanya sekadar peraturan di atas kertas, tetapi sebuah praktik yang dijalankan secara konsisten dan diperbarui sesuai dengan kebutuhan dan tantangan terbaru. Hal ini penting tidak hanya untuk keselamatan penumpang dan barang, tetapi juga untuk menjaga reputasi Indonesia sebagai negara maritim yang bertanggung jawab dan terpercaya.



