Menko Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan, optimis bahwa kerjasama antara Indonesia dan Fiji di AIS Forum akan mengakselerasi pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama melalui program beasiswa dan pelatihan.
Menko Luhut menyatakan bahwa Indonesia siap memberikan dukungan, termasuk keahlian, teknologi, dan pendanaan inovatif untuk mendukung inisiatif konservasi terumbu karang yang diinisiasi oleh Presiden Katonivere di Fiji. Ini diungkapkannya saat melakukan Pertemuan Bilateral dengan Presiden Fiji Ratu Williame Maivalili Katonivere di sela-sela acara World Water Forum ke-10, Uluwatu BNDCC, Nusa Dua, pada Selasa (21/5/2024).
Menko Luhut juga mengusulkan kerjasama antara kedua negara dalam pengembangan sektor rumput laut, mengacu pada upaya Indonesia dalam melakukan hilirisasi rumput laut dan meresmikan proyek percontohan budidaya rumput laut skala besar di Lombok Timur. Selain itu, kolaborasi dalam restorasi mangrove juga menjadi fokus, yang diharapkan akan berdampak pada penangkapan dan penyimpanan karbon dioksida.
Sementara itu, Presiden Fiji Ratu Williame Maivalili Katonivere memperkenalkan negaranya sebagai zona perdamaian di Pasifik, menekankan keamanan di kawasan tersebut dan menawarkan untuk meningkatkan kehadiran Indonesia di Pasifik.
Selain itu, kedua negara sepakat untuk bekerja sama dalam sektor digitalisasi, rumput laut, pariwisata mewah, dan perikanan, dengan tujuan utama berbagi pengetahuan dan pengalaman antara keduanya.
Menko Marves Luhut B. Pandjaitan menambahkan bahwa langkah-langkah blended finance yang dilakukan oleh Indonesia dan Fiji merupakan langkah yang tepat. Dia percaya bahwa dengan memperkuat kemitraan ini, kedua negara tidak hanya akan mencapai ketahanan finansial, tetapi juga mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui Global Blended Finance Alliance (GBFA), Indonesia berupaya mendukung SDGs dan inisiatif Fiji dalam pengelolaan iklim dan laut yang berkelanjutan. Diharapkan GBFA dapat menjadi platform untuk berbagi pengetahuan dan inovasi mengenai kebijakan blended finance di negara-negara berkembang, termasuk Fiji.
Kedua negara sepakat untuk membentuk RI-Fiji Task Force untuk mengimplementasikan area prioritas kerja sama dan menetapkan jadwal pelaksanaannya, menunjukkan komitmen mereka untuk memajukan hubungan bilateral dalam berbagai bidang.



