Presiden Joko Widodo telah meresmikan INA Digital, sebuah platform GovTech yang bertujuan untuk menyederhanakan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dengan antusias menyambut program ini dan berkomitmen untuk mengintegrasikan layanan pertanahan dengan portal INA Digital.
AHY menyatakan bahwa integrasi ini akan meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan pertanahan kepada masyarakat. Dia optimis bahwa INA Digital akan membawa perubahan positif dalam birokrasi, menjadikannya lebih responsif dan efisien dalam melayani kebutuhan masyarakat.
Presiden Jokowi menegaskan bahwa INA Digital bertujuan untuk menggabungkan ribuan aplikasi pemerintah ke dalam satu portal, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan pemerintah tanpa harus bersusah payah mencari aplikasi terpisah. Ini akan memberikan keuntungan besar bagi masyarakat, karena proses administrasi akan menjadi lebih efisien dan transparan.
Dengan INA Digital, pemerintah juga berkomitmen untuk tidak lagi menambah aplikasi baru untuk setiap layanan, sehingga mengurangi kebingungan dan kesulitan bagi masyarakat. Semua layanan akan terkonsolidasi dalam satu portal, menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna dan meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.



