Merajut Asa Kebangsaan: Nasionalisme Generasi Muda Indonesia di Negeri Jiran!

Pakaian hitam yang saya terima dari Persatuan Guru Indonesia Sarawak (GIS) memiliki kalimat menarik di bagian depannya: “Membangun negeri dari ruang-ruang kelas”, dengan peta Indonesia di tengahnya. Di bagian bawah, terdapat tulisan “Guru Indonesia Sarawak (GIS)”.

Kaos ini menjadi simbol dari peran GIS, sebuah persatuan informal guru-guru Indonesia di Wilayah Sarawak, Malaysia Timur, yang melayani pendidikan bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Community Learning Center (CLC). Meskipun secara konteks di dalam negeri mungkin terlihat berlebihan, namun penting untuk diingatkan bahwa pendidikan di ruang kelas sekolah-sekolah di Indonesia seharusnya menanamkan rasa cinta terhadap tanah air sejak dini.

Inilah yang menjadi inti dari semangat kebangsaan dan keindonesiaan. Tindakan GIS ini menjadi luar biasa karena mereka tidak hanya membangun Indonesia dari dalam negeri, tetapi juga dari negara tetangga terdekat, Malaysia Timur. Mereka menghadapi tantangan besar, terutama dalam memperkenalkan Indonesia kepada pelajar dengan beragam latar belakang identitas, sosial, dan kultural.

Namun, peran GIS menjadi semakin penting, terutama karena kita sedang memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-116, dengan tema “Bangkit untuk Indonesia Emas”. Tindakan GIS tidak berdiri sendiri, karena praktik serupa juga dilakukan oleh guru-guru CLC di seluruh Sabah di bawah naungan Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) dan Perwakilan RI di Malaysia.

Kerja sama antara Indonesia dan Malaysia dalam bidang pendidikan telah melahirkan SIKK dan CLC, sebagai upaya untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak PMI yang tidak bersekolah secara formal di Malaysia Timur. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi status ke-WNI-an maupun kondisi lingkungan belajar, para guru CLC tetap berusaha keras untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan keindonesiaan kepada pelajar.

Meskipun lahir dan tumbuh di Malaysia Timur, para pelajar CLC menunjukkan semangat yang tinggi untuk belajar tentang Indonesia. Dengan bimbingan guru-guru yang berkualitas, mereka akhirnya mengembangkan rasa cinta yang mendalam terhadap Indonesia. Hal ini terbukti dengan keterlibatan mereka dalam berbagai kegiatan, baik di dalam maupun di luar negeri, yang mempromosikan budaya dan kesenian Indonesia.

Masyarakat setempat juga memberikan respon positif terhadap keberadaan CLC dan program-programnya, karena manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pelajar CLC, tetapi juga oleh warga setempat. Meskipun menghadapi berbagai keterbatasan, para guru CLC tetap bersemangat untuk membawa Indonesia ke dalam “ruang kelas” mereka dan menyemai rasa cinta terhadap tanah air di hati para pelajar.

Dalam perjalanan pulang dari CLC, kami mendengarkan lagu “Tanah Airku” yang menggetarkan hati. Ini adalah bukti bahwa meskipun lahir dan tumbuh di luar negeri, rasa cinta dan kebanggaan terhadap Indonesia tetap menyala di hati para pelajar CLC. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran para guru dalam membentuk generasi muda yang mencintai dan bangga akan Indonesia.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×