Namibia telah menjadi pusat eksplorasi minyak dan gas bumi dengan penemuan besar dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan energi besar seperti TotalEnergies, Shell, dan Chevron aktif mengeksplorasi cadangan minyak di negara ini. Menurut laporan Reuters tanggal 25 Juni 2024, Shell dan TotalEnergies telah menemukan cadangan sebesar 2,6 miliar barel minyak di selatan Afrika. Produksi dari penemuan ini direncanakan dimulai pada tahun 2030.
Di sisi lain, perusahaan-perusahaan seperti TotalEnergies, Shell, dan Chevron telah mengalihkan fokus mereka dari proyek minyak dan gas di Indonesia. TotalEnergies, misalnya, telah menyerahkan Blok Mahakam ke pemerintah Indonesia, sementara Shell dan Chevron juga telah keluar dari proyek-proyek mereka di Indonesia seperti Blok Masela dan Blok Rokan.
Cadangan minyak dan gas di Namibia terletak di wilayah-wilayah seperti Orange Basin, Luderitz, Kavango, dan Walvis Basin. Chevron, misalnya, telah menandatangani kesepakatan untuk memulai eksplorasi di Blok lepas pantai di Walvis Basin, sedangkan Shell sedang aktif mengeksplorasi minyak dan gas di PEL 39 di Orange Basin bersama mitra QatarEnergy dan Namcor.
TotalEnergies juga aktif di Namibia dengan merencanakan pengeluaran signifikan untuk eksplorasi dan penilaian di tahun 2024. Mereka memiliki keterlibatan dalam Blok 2913B dan 2912, dan berencana untuk memproduksi minyak pertama dari sumur Venus pada tahun 2030, yang diperkirakan dapat menampung sekitar 5,1 miliar barel minyak.
Secara keseluruhan, eksplorasi energi di Namibia menunjukkan potensi besar bagi industri minyak dan gas internasional, dengan perusahaan-perusahaan besar seperti Shell, TotalEnergies, dan Chevron memainkan peran penting dalam pengembangan sumber daya ini.



