Indonesia-Prancis Perkuat Kolaborasi di Bidang Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi

Kementerian Perdagangan menggelar acara Literasi Bursa CPO Indonesia bertajuk “Kupas Tuntas Bursa CPO Indonesia” di Pontianak, Kalimantan Barat, pada Kamis (4 Juli). Acara ini dibuka oleh Plt. Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Kasan.

Kasan menyampaikan bahwa Kementerian Perdagangan melalui Bappebti mengajak para pelaku usaha minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Kalimantan Barat untuk aktif bertransaksi di Bursa CPO Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan transaksi di bursa agar lebih likuid, terpercaya, dan sesuai dengan harga pasar. Para pelaku usaha CPO diharapkan beralih dari harga bursa Malaysia dan Rotterdam ke harga Bursa CPO Indonesia.

Lebih lanjut, Kasan berharap Bursa CPO Indonesia bisa menjadi acuan harga CPO di pasar domestik dan internasional. Harga di Bursa CPO Indonesia dinilai lebih transparan, adil, dan real-time.

Saat ini, Bursa CPO Indonesia telah memiliki 51 anggota yang memfasilitasi perdagangan CPO secara fisik dan futures. Pada periode Januari hingga Juni 2024, nilai transaksi mencapai 17.356 lot atau 86.780 ton. Meski begitu, transaksi fisiknya masih perlu dioptimalkan.

Acara ini juga menghadirkan beberapa narasumber, antara lain Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan, Farid Amir; Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi, Tirta Karma Senjaya; serta Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian.

Selain itu, hadir pula Sekretaris Bappebti, Olvy Andrianita; Kepala Biro Humas, Muhammad Rivai Abbas; Kepala Dinas Perindag dan ESDM Provinsi Kalimantan Barat, Adi Yani; Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Heronimus Hero; Komisaris ICDX, Feny Widjaya; serta para pimpinan asosiasi dan pelaku usaha kelapa sawit.

Pentingnya transisi ke Bursa CPO Indonesia tak bisa dianggap remeh. Dengan mengalihkan harga patokan dari bursa Malaysia dan Rotterdam ke Bursa CPO Indonesia, pelaku usaha CPO dapat memastikan harga yang lebih akurat dan relevan dengan kondisi pasar domestik. Ini tidak hanya mendukung pertumbuhan industri kelapa sawit dalam negeri, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama di pasar global. Selain itu, transparansi dan keadilan harga di Bursa CPO Indonesia akan meningkatkan kepercayaan investor dan pelaku pasar, yang pada gilirannya akan meningkatkan likuiditas dan volume perdagangan. Keterlibatan aktif para pelaku usaha dalam negeri adalah kunci untuk mencapai tujuan ini, memastikan bahwa industri CPO Indonesia terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi negara.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×