Rancang Ilalang: Mengokohkan Budaya dan Membangkitkan Komunitas di Sekolah Adat Osing Pesinauan

Sekolah Adat memainkan peran penting dalam memajukan kebudayaan di berbagai daerah Indonesia. Melalui pendidikan berbasis adat, generasi muda diajarkan untuk mengenal, mencintai, dan menjaga kekayaan budayanya. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan terus berupaya menjaga sinergi dengan berbagai lembaga adat guna memastikan tradisi dan kearifan lokal tetap hidup dan berkembang di masyarakat.

Salah satu contohnya adalah kolaborasi antara Kemendikbudristek dan Sekolah Adat Osing Pesinauan di Banyuwangi dalam menggelar lokakarya bertajuk “Pemanfaatan Ilalang Sebagai Bahan Eksterior dan Interior Bangunan dengan Memanfaatkan Kearifan Lokal.” Ilalang, yang sering dianggap sebagai gulma di lahan pertanian, telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat adat Osing sebagai bagian dari arsitektur atap bangunan mereka.

Aji Widayanto, Ketua Tim Kerja Penguatan Kelembagaan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, menjelaskan bahwa sejak tahun 2020, Kemendikbudristek telah melakukan berbagai upaya untuk melestarikan budaya dan mengakui masyarakat adat Osing.

“Kegiatan Rancang Ilalang ini bertujuan melatih komunitas untuk meningkatkan kemandirian dalam memberdayakan kebudayaan yang mereka miliki. Ini mencakup penyusunan, perencanaan, pelaksanaan, serta tindak lanjut yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing,” terang Aji.

Aji juga menyoroti empat aspek penting dalam penguatan kelembagaan ini: penguatan manajemen internal, pembentukan kader, perluasan akses jejaring, dan partisipasi dalam perubahan kebijakan. “Selepas kegiatan ini, saya berharap akan ada tindak lanjut dan rekomendasi yang dapat dikomunikasikan secara lebih luas,” ujarnya.

Venedio Nala Ardisa, perwakilan Hubungan Masyarakat Sekolah Adat Osing Pesinauan, menambahkan bahwa Rancang Ilalang adalah bentuk dukungan Pesinauan terhadap kegiatan komunitas.

“Kegiatan ilalang ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2019 sebelum pandemi dan terus berkembang hingga bisa membuka lapangan pekerjaan. Kami juga akan menggandeng teman-teman dan komunitas lain yang memiliki pandangan terhadap kebudayaan dan pendidikan, terutama pendidikan adat,” ucap Venedio.

Pesinauan didirikan sebagai upaya pewarisan dan penguatan jati diri, pola pikir, cara hidup, dan sistem pengetahuan masyarakat adat Osing. Aktivitas di Sekolah Adat menggabungkan berbagai elemen pengetahuan tradisional, kekhasan budaya, dan kearifan lokal, dengan mempertimbangkan nilai-nilai budaya Osing dan dampak terhadap lingkungan secara berkelanjutan. Kurikulumnya mencakup sejarah, hukum adat, pengetahuan tradisional, ritus, permainan rakyat, seni, teknologi tradisional, dan bahasa daerah.

Ma’ruf, Sekretaris Desa Taman Suruh, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, mengapresiasi Pesinauan atas kegiatan yang mendukung keberlanjutan adat dan tradisi masyarakat Osing.

“Saya berharap ada tindak lanjut yang membawa perubahan dan dampak positif bagi komunitas kita. Dengan demikian, adat dan tradisi bisa dikenal lebih luas oleh generasi muda,” ungkap Ma’ruf.

Mempertahankan dan mempromosikan kebudayaan lokal melalui pendidikan adat tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga memperkuat identitas lokal dan rasa kebanggaan komunitas. Sekolah Adat menjadi wahana penting dalam menjaga nilai-nilai tradisional dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menyediakan peluang ekonomi melalui pengembangan keterampilan berbasis kearifan lokal. Kolaborasi antara pemerintah dan komunitas adat, seperti yang dilakukan di Pesinauan, menunjukkan model yang efektif untuk pemberdayaan budaya lokal dan dapat dijadikan contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×