Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) RI, bekerja sama dengan Sekretariat Archipelagic and Island States (AIS) Forum dan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, mengadakan pertemuan bertajuk “Strategi Penyiapan Kerangka AIS Forum menjadi Organisasi Internasional berbasis Traktat” di Jakarta.
“Pertemuan ini akan menyoroti peran Indonesia sebagai pelopor dan pemimpin alami dari AIS Forum,” ungkap Deputi Bidang Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves, Jodi Mahardi, dalam keterangannya, Minggu, (4/8/2024), di Jakarta.
Sebagai inisiator AIS Forum, lanjut Jodi, Indonesia harus semakin memperkuat komitmennya dalam mengembangkan dan menegaskan posisi AIS Forum di kancah global. “Terlebih lagi, manfaat dari AIS Forum harus dirasakan oleh negara-negara anggotanya dengan mengutamakan inklusivitas, demi mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang bersama untuk mencapai masa depan berkelanjutan,” lanjutnya.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari adopsi Leaders’ Declaration on the Solidarity of the Archipelagic and Island States pada Konferensi Tingkat Tinggi AIS Forum 2023 yang digelar Oktober lalu di Bali. Deklarasi ini menyepakati penguatan kerangka kerja AIS Forum melalui penyusunan peta jalan strategis terkait pembentukan organisasi berbasis traktat, berdasarkan prinsip solidaritas, kesetaraan, dan inklusivitas.
Profesor Hukum Internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menekankan pentingnya mengkaji secara tepat substansi agreement untuk menjadikan AIS Forum sebagai organisasi internasional, sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan negara-negara AIS. “Selain itu, legal personality adalah hal penting yang diperlukan sebagai landasan pengaturan terkait hak suatu organisasi,” tandasnya.
Di kesempatan yang sama, Staf Ahli Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Hendra Yusran Siry, menjelaskan bahwa transisi AIS Forum menuju organisasi internasional membutuhkan kesabaran dan ketahanan yang konsisten. “Belajar dari pengalaman CTI-CFF, proses pembentukan organisasi internasional bisa memakan waktu lama, namun dengan komitmen bersama, cita-cita ini akan terwujud,” pungkasnya.
Dengan komitmen dan kolaborasi yang kuat, AIS Forum diharapkan dapat terus berkembang menjadi platform internasional yang signifikan, mampu mendorong pembangunan berkelanjutan di negara-negara pulau dan kepulauan di seluruh dunia. Melalui sinergi ini, AIS Forum dapat memainkan peran strategis dalam menghadapi tantangan global dan menciptakan peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.



