Indonesia telah menunjukkan komitmen kuat dalam beberapa tahun terakhir dengan menghentikan ekspor bahan mentah dan fokus pada kebijakan hilirisasi, khususnya di sektor energi dan kendaraan listrik. Salah satu pencapaian signifikan adalah pembangunan ekosistem kendaraan listrik yang mulai memperlihatkan hasil nyata. Proyek ambisius di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal adalah bukti nyata dari visi tersebut.
Presiden Joko Widodo meresmikan Pabrik Bahan Anoda Baterai Lithium PT Indonesia BTR New Energi Material yang menjadi pabrik anoda terbesar di dunia di luar Tiongkok. Ini bukan hanya langkah besar dalam pengembangan industri nasional, tetapi juga menempatkan Indonesia di peta global sebagai salah satu produsen utama bahan baterai litium-ion, yang merupakan komponen vital bagi kendaraan listrik.
Fase pertama pembangunan pabrik di KEK Kendal diselesaikan hanya dalam waktu 10 bulan, menunjukkan efisiensi dan dedikasi tinggi dari semua pihak yang terlibat. Dengan investasi mencapai USD478 juta pada fase pertama, pabrik ini mampu menghasilkan 80.000 ton material anoda per tahun. Tahap kedua akan meningkatkan kapasitas produksi hingga total 160.000 ton per tahun, menjadikan Indonesia produsen anoda terbesar kedua di dunia, setelah Tiongkok. Investasi tambahan sebesar USD299 juta direncanakan untuk tahap kedua, yang diharapkan selesai pada Maret 2025.
Proyek ini tidak hanya mendorong hilirisasi dan industrialisasi nasional, tetapi juga menciptakan lapangan kerja yang signifikan, menyerap sekitar 7800 tenaga kerja, termasuk 6000 pekerja lokal selama konstruksi. Lebih jauh lagi, proyek ini diproyeksikan menyumbang devisa sekitar USD1 miliar per tahun, memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.
Dengan total investasi kumulatif mencapai Rp55 triliun dan penyerapan tenaga kerja lebih dari 49.000 orang sejak KEK Kendal didirikan pada 2019, kawasan ini telah menjadi pilar penting dalam infrastruktur ekonomi Jawa dan kontribusinya terhadap PDB Nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa KEK ini merupakan bagian dari 22 kawasan serupa yang tersebar dari Aceh hingga Papua, dengan investasi mencapai Rp205,2 triliun dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 132.227 orang hingga semester pertama tahun ini.
Proyek di KEK Kendal tidak hanya akan mengisi kekosongan dalam industri anoda baterai lithium di Indonesia dan ASEAN, tetapi juga akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasokan global bahan baku baterai, memajukan industri energi baru, dan menjadikan Indonesia sebagai pemain global dalam ekosistem baterai dan kendaraan listrik. Kawasan Pantai Utara Jawa, tempat KEK Kendal berada, dengan populasi 50 juta jiwa, berkontribusi 20,7% terhadap PDB Nasional, dan kini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang strategis di Indonesia.



