“Pertanian kita harus mandiri dan berkelanjutan. Untuk itu, generasi muda harus dipersiapkan dengan pengetahuan yang mumpuni agar bisa menjadi pilar pembangunan pertanian Indonesia,” ungkap Sudaryono saat berdiskusi dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Jepang dalam acara bertajuk Prioritas Pembangunan Pertanian di Pemerintahan Prabowo-Gibran pada Minggu (13/10/2024).
Jepang dan Kerja Sama Internasional untuk SDM Pertanian Modern
Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, menyoroti pentingnya Jepang sebagai mitra strategis dalam mendukung pengembangan pertanian Indonesia. “Jepang telah lama menjadi tempat bagi warga negara kita untuk belajar dan bekerja di sektor pertanian,” ujarnya. Selain Jepang, Sudaryono juga melakukan kunjungan bilateral ke Eropa, seperti Belanda, Prancis, dan Belgia, guna memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan pertanian, teknologi pangan, dan sistem distribusi.
Meski beberapa negara Eropa menunjukkan potensi kerja sama, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan adalah yang paling terbuka dalam memberikan akses tenaga kerja khusus di bidang pertanian. “Saya selalu ngotot saat melobi negara-negara ini agar mereka membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi petani kita. Jepang memang sudah lama menjadi mitra terkuat di sektor ini,” tutur Sudaryono, yang juga merupakan alumni National Defense Academy of Japan.
Generasi Muda sebagai Garda Terdepan Transformasi Pertanian
Sudaryono menekankan bahwa peran generasi muda sangat krusial dalam mengatasi tantangan global di sektor pangan. Program seperti cetak sawah dan optimasi lahan rawa (Oplah) membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan modern. “Jangan sampai generasi muda kita tertinggal dalam pengetahuan pertanian. Ini kesempatan besar bagi mereka untuk berkontribusi, bukan hanya menjadi pekerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja di sektor pertanian,” paparnya.
Ia juga menambahkan bahwa ketahanan pangan Indonesia tidak bisa berjalan sendiri tanpa kolaborasi antar-pihak. Pemerintah telah menggandeng TNI dan Polri dalam program cadangan pangan nasional. “Kami melibatkan TNI dan Polri karena mereka memiliki batalion penyangga di lahan rawa. Peran mereka penting dalam mendukung dan menjaga ketahanan pangan negara,” jelasnya.
Membangun Pertanian Mandiri dengan Semangat Inovasi
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya juga mengajak mahasiswa Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri, untuk menjadi pelopor inovasi di sektor pertanian. Ia menegaskan bahwa pertanian modern membutuhkan SDM terampil agar siap menghadapi dinamika global dan menempatkan Indonesia sebagai pemain utama di sektor pangan dunia.
Transformasi sektor pertanian bukan hanya soal peningkatan produksi, tetapi tentang menciptakan ekosistem yang berkelanjutan dan inklusif. Dengan dukungan lintas sektor dan inovasi dari anak muda, Indonesia tidak hanya bisa mencapai swasembada pangan, tetapi juga menjadi pusat pangan dunia. Jika dikelola dengan baik, potensi pertanian kita akan membawa Indonesia ke posisi strategis dalam rantai pangan global.



