Taruna AAL Angkatan ke-71 Ikuti Latihan Peran Layar di KRI Bima Suci Menuju Filipina

Taruna AAL Angkatan ke-71 Asah Kemampuan di Laut China Selatan Bersama KRI Bima Suci

Para Taruna Tingkat III Akademi TNI Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-71 menjalani latihan intens dalam misi Diplomasi Duta Bangsa Kartika Jala Krida (KJK) 2024 di atas KRI Bima Suci, sebuah kapal latih kebanggaan Indonesia. Misi ini membawa mereka mengarungi Laut China Selatan dalam perjalanan menuju Filipina, di mana mereka melakukan latihan praktik peran layar, keterampilan yang vital bagi masa depan mereka sebagai perwira TNI AL.


Latihan Peran Layar: Ujian Kompetensi Nyata di Tengah Laut

KRI Bima Suci, di bawah komando Letkol Laut (P) Hastaria Dwi Prakoso, dilengkapi dengan 26 layar yang sepenuhnya dioperasikan oleh para Taruna. Latihan ini bertujuan untuk memadukan teori dengan praktik nyata, serta menguji kemampuan fisik, mental, dan naluri operasional di medan laut sesungguhnya. “Latihan ini bukan sekadar peningkatan profesionalisme, tetapi juga untuk mempertajam naluri tempur para Taruna,” ungkap Letkol Hastaria.

Tiga tiang utama KRI Bima Suci—Tiang Tanggap, Tanggon, dan Trengginas—menjadi simbol komitmen TNI AL dalam membentuk perwira yang memiliki kemampuan menyeluruh: waspada, tangguh, dan lincah dalam menghadapi berbagai situasi.


Kesiapan Operasional: Belajar dari Lapangan, Bukan Sekadar Kelas

Latihan ini merupakan kelanjutan dari pendidikan teori yang sebelumnya diberikan di Akademi Angkatan Laut (AAL). Para Taruna secara bergantian memegang peran dalam pengendalian layar, mengikuti instruksi dari pelatih dan mempraktikkan strategi manuver kapal. Latihan langsung di atas KRI Bima Suci ini memberikan kesempatan bagi para Taruna untuk merasakan dinamika operasional yang sesungguhnya, melatih ketepatan koordinasi dan kepemimpinan mereka.

Di tengah perjalanan di Laut China Selatan, para Taruna belajar lebih dari sekadar teknik navigasi dan taktik peran layar. Mereka merasakan bagaimana pentingnya kekompakan, ketahanan mental, serta kepemimpinan dalam situasi operasional yang penuh tantangan. Latihan seperti ini juga membekali mereka dengan pengalaman tak ternilai untuk menghadapi operasi Alutsista di masa depan.


Mencetak Perwira Unggul dan Siap Operasi

Misi ini mencerminkan komitmen TNI AL dalam mencetak perwira masa depan yang tidak hanya kompeten dalam teknis militer, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan dan ketangguhan fisik. Latihan ini menekankan pentingnya kolaborasi dan kemampuan mengambil keputusan cepat dalam kondisi yang berubah-ubah, keterampilan yang sangat dibutuhkan dalam operasi maritim modern.

Selain itu, pengalaman ini memperkuat nilai bahwa pelatihan lapangan lebih efektif daripada sekadar teori di ruang kelas. Para Taruna harus siap untuk menjalankan misi strategis dan beradaptasi dengan berbagai skenario operasional saat mereka dihadapkan dengan tantangan nyata di perairan terbuka.


Letkol Hastaria Dwi Prakoso menutup dengan harapan besar: “Melalui latihan ini, kami berharap para Taruna semakin siap untuk memikul tanggung jawab besar di masa depan, memastikan kekuatan dan kejayaan TNI AL tetap terjaga.”


Diplomasi dan Kompetensi: Dua Sisi Misi KJK 2024

Selain latihan operasional, misi Kartika Jala Krida 2024 juga berperan sebagai upaya diplomasi maritim Indonesia di kancah internasional. Pelayaran ini menunjukkan bahwa TNI AL tidak hanya fokus pada kemampuan tempur, tetapi juga berperan sebagai duta bangsa untuk memperkuat hubungan diplomatik. KRI Bima Suci, sebagai simbol kemandirian dan kemampuan maritim Indonesia, sekaligus menjadi panggung bagi para Taruna untuk memperlihatkan kesiapan Indonesia dalam menjaga keamanan laut.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×