Indonesia Dorong Penguatan Sistem Perdagangan Multilateral di APEC 2024

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2024, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen Indonesia untuk mendukung Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan mendorong APEC untuk memperkuat sistem perdagangan multilateral. Indonesia juga akan aktif dalam pembahasan mengenai Kawasan Perdagangan Bebas Asia Pasifik (FTAAP), dengan fokus utama pada penyelesaian perbedaan di antara negara-negara anggota APEC, seperti yang disampaikan Menteri Perdagangan, Budi Santoso, dalam keterangannya pada Senin (11/11/2024).

Tema utama APEC Peru 2024 adalah “Empower, Include, Grow”, yang terdiri dari tiga prioritas: pertama, mengoptimalkan perdagangan dan investasi untuk pertumbuhan inklusif dan keterhubungan antar ekonomi; kedua, mendorong inovasi dan digitalisasi untuk transisi menuju ekonomi formal dan global; dan ketiga, memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan untuk pembangunan yang lebih tangguh.

Selain mengikuti rangkaian pertemuan AELW 2024, Menteri Budi juga dijadwalkan untuk bertemu dengan menteri-menteri perdagangan dari sejumlah negara mitra utama Indonesia, seperti Korea Selatan, Kanada, Hong Kong, Singapura, Australia, dan Selandia Baru. Beliau juga akan mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan bilateral dengan beberapa kepala negara.

APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) adalah forum kerjasama ekonomi yang melibatkan 21 ekonomi di kawasan Asia Pasifik. APEC berfokus pada perdagangan, investasi, dan peningkatan kapasitas untuk mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan di kawasan tersebut. Meskipun keputusan-keputusan APEC tidak mengikat secara hukum, forum ini memiliki dampak politis yang signifikan dan memainkan peran kunci dalam memfasilitasi perdagangan terbuka dan berkelanjutan.

Negara-negara anggota APEC termasuk Australia, Brunei, Kanada, Chile, Tiongkok, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Filipina, Peru, Papua Nugini, Rusia, Singapura, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, dan Vietnam. Ekonomi-ekonomi APEC ini mewakili sekitar 48 persen dari perdagangan dunia, senilai USD28 triliun, serta 62 persen dari PDB dunia yang mencapai USD59 triliun. Dengan populasi sekitar 2,96 miliar jiwa, APEC mencakup hampir 38 persen dari jumlah penduduk dunia.

Bagi Indonesia, APEC adalah platform strategis untuk memperkuat posisi ekonominya di pasar global. Pada tahun 2023, total perdagangan Indonesia dengan negara-negara anggota APEC mencapai USD358,62 miliar, dengan Indonesia menikmati surplus perdagangan sebesar USD18,63 miliar. Ekspor utama Indonesia ke APEC meliputi bahan bakar mineral, minyak nabati dan hewani, besi dan baja, mesin elektronik, serta kendaraan, sementara impor Indonesia didominasi oleh mesin elektronik, peralatan mekanis, besi dan baja, plastik, serta kendaraan.

Dengan potensi perdagangan yang besar, APEC menjadi forum yang sangat penting bagi Indonesia dalam memperluas jaringan perdagangan dan meningkatkan pertumbuhannya di pasar global. Keberlanjutan dan inklusivitas dalam kerjasama ekonomi APEC juga membuka lebih banyak peluang bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×