Indonesia-Rusia Bangun Kemitraan Strategis di Sektor Keamanan dan Pertahanan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, menyelenggarakan Puncak Perayaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) untuk Bahasa Banjar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Acara ini bertujuan untuk melestarikan Bahasa Banjar sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap kebudayaan daerah di kalangan generasi muda.

Festival ini mencakup berbagai lomba seni dan sastra yang melibatkan siswa tingkat sekolah dasar dan menengah, seperti lomba menulis cerita pendek, menulis puisi, bakisah (bercerita), bapandung (berbalas pantun), dan berpidato. Kegiatan ini memberikan ruang bagi para pelajar untuk mengekspresikan kreativitas mereka dalam menggunakan bahasa daerah yang kaya ini.

Imam Budi Utomo, Kepala Pusat Pelindungan Bahasa dan Sastra, menegaskan bahwa FTBI telah mendapatkan tempat yang penting dalam manajemen talenta nasional. Para juara festival ini akan mendapatkan pengakuan dan sertifikasi yang setara dengan para pemenang olimpiade sains, seni budaya, dan kompetisi prestasi lainnya. Imam berharap bahwa para pemenang dapat merasa bangga dan percaya diri dalam menggunakan bahasa daerah mereka sebagai bagian dari identitas budaya yang sangat bernilai.

Husnul Khatimah, Staf Ahli Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, juga menekankan pentingnya bahasa daerah dalam menjaga identitas budaya bangsa. Melalui FTBI, selain mengenalkan bahasa dan sastra daerah, acara ini berfungsi sebagai sarana untuk membentuk karakter cinta budaya pada generasi muda yang akan datang. “FTBI bukan hanya soal bahasa, tetapi tentang menanamkan rasa cinta terhadap warisan budaya bangsa kita,” ujarnya.

Armiati Rasyid, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, turut menyampaikan manfaat pendidikan berbasis bahasa ibu. Berdasarkan penelitian UNESCO 2005, anak yang belajar dengan menggunakan bahasa ibu cenderung berprestasi lebih baik. Bahasa ibu tidak hanya mendukung perkembangan kognitif anak, tetapi juga memperkuat kemampuan berpikir kritis serta membantu anak untuk memahami dan menghargai identitas budaya mereka.

Selain lomba, Balai Bahasa juga memberikan penghargaan kepada guru utama yang berperan penting dalam revitalisasi Bahasa Banjar di berbagai daerah. Penghargaan ini diberikan kepada guru yang menunjukkan inovasi dalam program, jumlah partisipan, dan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Penghargaan ini menjadi salah satu bentuk apresiasi atas upaya mereka dalam menjaga kelestarian bahasa daerah yang sangat vital.

FTBI Banjar 2024 diikuti oleh 130 peserta dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, yang melibatkan siswa, guru, pejabat dinas pendidikan, sastrawan, dan budayawan. Para juri yang terdiri dari sastrawan, akademisi, dan tokoh budaya memberikan penilaian yang objektif dan profesional sesuai dengan standar lomba.

Para pemenang tidak hanya mendapatkan penghargaan berupa uang pembinaan, tetapi juga kesempatan untuk mewakili Kalimantan Selatan dalam Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) yang akan digelar di Jakarta pada 2025. Ini adalah peluang besar untuk lebih mengangkat bahasa daerah ke level nasional, sekaligus menjadi duta budaya yang membanggakan.

FTBI Banjar 2024 bukan sekadar festival, tetapi langkah nyata dalam melestarikan Bahasa Banjar dan budaya daerah. Dengan dukungan dari berbagai pihak, acara ini diharapkan menjadi penggerak utama dalam memastikan bahwa bahasa daerah terus dikenali, dicintai, dan dipraktikkan oleh generasi muda, agar dapat menjadi warisan budaya yang kuat untuk anak cucu kita.

Mengapa FTBI itu Penting?

Melestarikan bahasa daerah melalui kegiatan seperti FTBI bukan hanya tentang mempertahankan warisan budaya, tetapi juga tentang membangun rasa kebanggaan dalam diri generasi muda. Bahasa daerah seperti Bahasa Banjar memiliki kekayaan yang tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai kunci pemahaman sejarah dan identitas budaya suatu daerah. Jika bahasa ini tidak dilestarikan, maka generasi berikutnya bisa kehilangan jembatan untuk mengakses nilai-nilai budaya yang terkandung dalam bahasa tersebut. Oleh karena itu, kegiatan seperti FTBI menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa bahasa daerah tetap hidup dan berkembang seiring dengan zaman.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×