Setelah dilantik pada 20 Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto langsung melakukan kunjungan ke beberapa negara, termasuk bertemu dengan Donald Trump yang baru saja memenangkan Pemilihan Presiden Amerika Serikat, serta Presiden China, Xi Jinping. Salah satu pertemuan yang menjadi sorotan adalah antara Prabowo dan Trump.
Dalam video yang dibagikan di media sosialnya, Prabowo dengan semangat menyatakan akan siap terbang “ke mana saja” untuk bertemu dengan Trump. Namun, seperti yang diberitakan oleh The Economist dan dikutip oleh Suara.com pada Sabtu (30/11/2024), Trump justru menanggapi dengan menolak tawaran tersebut dan malah memuji kemampuan bahasa Inggris Prabowo. Menariknya, Prabowo dengan bangga menyebutkan riwayat pendidikannya di Amerika Serikat sebagai bagian dari responsnya terhadap pujian tersebut.
Kunjungan ini menunjukkan betapa pentingnya hubungan internasional yang dibangun oleh Presiden Prabowo sejak awal masa kepemimpinannya. Tidak hanya mengundang perhatian media asing, pertemuan dengan tokoh-tokoh global ini juga mencerminkan langkah strategis Indonesia untuk memperkuat posisinya di kancah internasional. Namun, di sisi lain, tanggapan Trump yang lebih fokus pada kemampuan berbahasa Inggris Prabowo bisa dilihat sebagai salah satu bentuk diplomasi yang membawa kedekatan pribadi dalam hubungan internasional.



