Data Perikanan Indonesia Diakui di Kancah Internasional oleh Organisasi Tuna Dunia


Program Penangkapan Ikan Terukur (PIT) yang dilaksanakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) semakin memperkuat kredibilitas data perikanan Indonesia, bahkan mendapat pengakuan dari Indian Ocean Tuna Commission (IOTC). Pengakuan ini terungkap dalam Sidang 20th Working Party on Data Collection and Statistics (WPDCS20) yang diselenggarakan di Cape Town, Afrika Selatan pada akhir November 2024.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, mengungkapkan bahwa sebelumnya data hasil tangkapan ikan Indonesia sering kali tidak sinkron dengan hasil re-estimasi yang dilakukan oleh Scientific Committee (SC) IOTC. Perbedaan ini muncul karena data yang disampaikan Indonesia pada masa lalu dianggap kurang kredibel. Namun, sejak Sidang IOTC 2018 di India, Indonesia telah meminta perubahan metodologi re-estimasi untuk mencocokkan data dengan realitas di lapangan. “Data estimasi yang digunakan SC IOTC selalu lebih rendah dibandingkan data yang kami sampaikan,” kata Latif menjelaskan masalah tersebut.

Inovasi dalam Metodologi Re-Estimasi
Pasca-pandemi COVID-19, Indonesia memulai proses perubahan metodologi re-estimasi data pada 2021, dengan pemantauan penuh dari para ahli IOTC. Salah satu faktor utama yang memperbaiki akurasi data adalah penerapan e-logbook untuk pencatatan hasil tangkapan ikan sejak 2019, yang membuat data logbook semakin akurat. Ditambah dengan peran observer on board, atau petugas pemantau di kapal, yang terus memantau operasi kapal perikanan, semakin memperkuat kualitas data yang disampaikan. “Dengan adanya logbook dan observer yang memantau langsung, data yang disampaikan kini jauh lebih valid,” ujar Latif.

Dukungan dan Kolaborasi untuk Pengelolaan Sumber Daya Laut
Metodologi baru ini disetujui pada Sidang WPDCS19 di India pada 2023 dan mulai diimplementasikan di WPTT dan WPDCS20 pada 2024. Kolaborasi erat dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional, Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan, dan FPIK IPB turut mendukung keberhasilan ini, sehingga pada pertemuan WPDCS20, data hasil tangkapan Indonesia diakui sebagai data yang valid dan akan digunakan untuk analisis stok tuna, termasuk dalam penetapan kuota yang dikeluarkan oleh IOTC.

Manfaat Kebijakan bagi Nelayan Indonesia
Pengakuan ini bukan hanya prestasi teknis, tetapi juga menunjukkan komitmen Indonesia dalam mewujudkan kebijakan yang mendukung kesejahteraan nelayan. Dengan adanya data yang lebih akurat, Indonesia dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat guna dan memperkuat daya saing nelayan Indonesia di pasar internasional. “Ini menunjukkan bahwa negara hadir dalam pengelolaan data yang mendukung kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan Indonesia,” tambah Latif.

Peran Aktif Indonesia dalam Diplomasi Perikanan Global
Selain itu, Prof. Indra Jaya, Ketua Komnas KAJISKAN dan Ketua Delegasi Indonesia di WPDCS20, menjelaskan bahwa partisipasi aktif Indonesia dalam IOTC memberikan dampak signifikan. Keikutsertaan ini tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, seperti akses terhadap kuota penangkapan yang penting untuk pendapatan negara, tetapi juga dalam mendukung perlindungan dan pengelolaan tuna secara berkelanjutan di Samudra Hindia.

Komitmen Indonesia dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut
Seperti yang sering ditekankan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, Indonesia berkomitmen penuh untuk mengelola sumber daya ikan tuna secara berkelanjutan, mengingat perairan Indonesia adalah tempat utama bagi tuna, baik di perairan kepulauan, teritorial, maupun Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.

Strategi Berkelanjutan dan Keunggulan Global
Keberhasilan Indonesia dalam meningkatkan kredibilitas data perikanannya merupakan bukti bahwa inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dapat mengatasi tantangan besar dalam pengelolaan sumber daya alam. Selain mendukung kesejahteraan nelayan, perbaikan data ini juga membuka peluang besar bagi Indonesia untuk lebih kompetitif di pasar global, khususnya dalam perdagangan tuna. Ke depan, pendekatan yang berbasis pada data yang lebih akurat dan manajemen yang transparan akan menjadi kunci untuk mempertahankan dan meningkatkan posisi Indonesia dalam industri perikanan internasional.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×