Di bawah langit malam yang diterangi gemintang dan diiringi simfoni alam dari suara jangkrik serta desiran angin dingin, suasana Embung Bansari terasa begitu memikat. Udara pegunungan yang menusuk tulang justru menambah kehangatan bagi sekelompok anak muda yang, dengan jaket tebal, tetap riang bermain gitar di depan tenda-tenda warna merah-oranye. Tawa mereka bersahutan dengan irama petikan gitar, seakan bercakap dengan ribuan lampu yang berkelap-kelip di kejauhan.
Momen itu hanyalah secuplik dari pengalaman luar biasa yang dirasakan pemuda-pemuda dari Kelurahan Jampirejo, Temanggung, saat mereka menghabiskan akhir pekan di Embung Bansari. Berlokasi di Desa Bansari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, embung ini bukan sekadar penampung air untuk irigasi, tetapi juga sebuah destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam tak tertandingi. Terletak di ketinggian 1.300 meter di lereng Gunung Sindoro, embung ini menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah, menambah daya tariknya sebagai tujuan wisata.
Sejarah dan Manfaat Embung Bansari
Diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2021, Embung Bansari adalah solusi bagi kekeringan yang kerap melanda kawasan ini. Dengan kapasitas tampung 8.588 meter kubik, embung ini mendukung irigasi lahan seluas 100 hektare yang mayoritas ditanami tembakau, komoditas unggulan Kabupaten Temanggung. Keberadaan embung ini tidak hanya menyelamatkan para petani dari ancaman gagal panen tetapi juga mengangkat potensi ekonomi masyarakat.
Temanggung sendiri dikenal sebagai salah satu produsen tembakau terbaik di Indonesia, dengan luas lahan mencapai 18.519 hektare yang tersebar di hampir seluruh kecamatannya. Dari sini, dihasilkan hingga 14.815 ton tembakau kering setiap tahunnya, menjadikan kabupaten ini layak dijuluki “Kabupaten Tembakau”.
Pesona yang Memikat dan Aktivitas Seru
Namun, Embung Bansari bukan hanya tentang manfaat irigasi. Pesona alamnya adalah magnet utama yang menarik pengunjung. Hamparan hijau kebun tembakau di sekelilingnya, gagahnya Gunung Sindoro dan Sumbing, serta kesempatan menyaksikan sembilan puncak gunung lain seperti Merbabu dan Telomoyo menjadikannya tempat yang wajib dikunjungi. Tak ketinggalan, embung ini menawarkan sensasi “negeri di atas awan” di pagi hari ketika awan Cumulus melingkupi dataran rendah.
Bagi penggemar aktivitas luar ruangan, Embung Bansari menyediakan berbagai fasilitas seperti area camping ground, jalur pedestrian yang nyaman, hingga tenda sewaan untuk pengalaman berkemah tanpa repot. Tiket masuk yang terjangkau (Rp5.000 per orang) membuatnya semakin menarik. Belum lagi sensasi malam hari, ketika suhu turun hingga 14 derajat Celsius, menambah keseruan menikmati alam sembari bercengkerama.
Untuk memaksimalkan kunjungan, pastikan datang saat musim kemarau agar pemandangan hijau kebun tembakau bisa dinikmati sepenuhnya. Bawa jaket tebal dan perlengkapan hangat, terutama jika berencana bermalam. Karena belum ada listrik di kawasan ini, powerbank menjadi barang wajib untuk menjaga perangkat elektronik tetap menyala. Jangan lupa, perjalanan menuju embung ini lebih nyaman menggunakan kendaraan pribadi karena belum tersedia angkutan umum.



