Bupati Kasmarni memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kolaborasi inovatif yang terjalin antara pihak akademik dan pemerintah daerah dalam upaya membangun desa yang mandiri dan sejahtera. Ia menegaskan bahwa program ini sangat mendukung visi Kabupaten Bengkalis, yaitu “Bermarwah, Maju, dan Sejahtera” (BERMASA).
Kasmarni menjelaskan bahwa untuk membangun Bengkalis yang luas dan berpulau, sinergi antara berbagai pihak sangat diperlukan, termasuk dukungan dari perguruan tinggi seperti Politeknik Negeri Bengkalis. Ia memaparkan berbagai potensi yang dapat dikembangkan melalui program ini, seperti penguatan BUMDes, pengembangan desa wisata, ketahanan pangan, dan pelestarian budaya. Selain itu, program ini juga berfokus pada riset kebijakan dan pengembangan sistem layanan pemerintahan desa yang lebih efisien. Kasmarni menyatakan optimisme bahwa dengan memanfaatkan potensi akademik, teknologi, dan sumber daya manusia, desa-desa di Bengkalis bisa menjadi lebih mandiri dan memiliki daya saing.
Bupati juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan dalam program ini, agar keberhasilannya dapat terus dipantau dan langkah-langkah strategis untuk pengembangan program di masa depan dapat disusun. Ia menambahkan bahwa evaluasi merupakan bagian penting dari proses, bukan hanya untuk menilai pelaksanaan program, tetapi juga untuk mengidentifikasi area yang perlu perbaikan. Dalam kesempatan tersebut, Kasmarni memberikan penghargaan kepada 30 desa dan kecamatan yang berprestasi dalam mendukung kebijakan Bermasa, yang diserahkan bersama dengan Direktur Politeknik Negeri Bengkalis, Johnny Custer, serta Kepala DPMD, Ismail. Program ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan dengan melibatkan semua sektor, termasuk dunia pendidikan, guna menciptakan desa yang lebih maju dan sejahtera.



