Presiden RI, Prabowo, menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 di Kairo dengan misi penting: menerima tongkat estafet Keketuaan D-8 yang akan dipegang Indonesia mulai 1 Januari 2026, menggantikan Mesir sebagai Ketua saat ini. Kehadiran ini bukan hanya formalitas, tetapi langkah strategis untuk memperkuat peran Indonesia dalam forum kerja sama delapan negara, yaitu Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Turki, dan Pakistan. Presiden menegaskan bahwa rotasi kepemimpinan ini merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk lebih aktif dalam membangun sinergi ekonomi dan politik dengan negara-negara anggota lainnya. Di sela KTT, Presiden juga menjadwalkan pertemuan bilateral dengan Presiden Mesir, yang menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara. Agenda ini semakin menunjukkan keseriusan Indonesia dalam memainkan peran strategisnya di kancah internasional. Dalam keterangan pers, Presiden Prabowo didampingi oleh Wakil Presiden, Menko Polhukam, Menko Perekonomian, Panglima TNI, Kapolri, dan Sekretaris Kabinet, menunjukkan sinergi nasional dalam mendukung visi kebijakan luar negeri Indonesia.



