Ekspor Ikan Bermutu Tetap Lancar dan Berkelanjutan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan layanan penerbitan sertifikat ekspor perikanan tetap berjalan optimal meskipun di tengah libur Natal dan Tahun Baru. Upaya ini dibuktikan oleh Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) di Denpasar, Bali, yang selama periode 20-25 Desember berhasil memfasilitasi ekspor 1.035 ton produk perikanan ke pasar global. Dalam kurun waktu tersebut, sebanyak 167 Health Certificate (HC) atau sertifikat kesehatan diterbitkan untuk memastikan kelancaran ekspor, termasuk ke pasar Amerika Serikat, Tiongkok, Taiwan, dan Australia.

Kepala Badan Mutu KKP, Ishartini, menyatakan bahwa inspektur mutu BPPMHKP tetap memberikan layanan prima selama liburan, termasuk penerbitan sertifikat dan layanan stuffing produk ekspor. Pelayanan ini menunjukkan dedikasi KKP dalam mendukung pelaku usaha, bahkan di saat momentum libur. Kesiapan ini juga terlihat di unit pelayanan teknis lainnya, di mana petugas piket tetap siaga untuk menjamin mutu dan keamanan hasil perikanan yang diekspor. Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga reputasi sebagai eksportir produk perikanan berkualitas di pasar global.

Untuk meningkatkan kepercayaan negara tujuan ekspor, per 1 Januari 2025, KKP akan memberlakukan Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP) yang sesuai dengan Permenkp Nomor 33 Tahun 2024. Sertifikat ini tidak hanya menjadi bukti jaminan mutu, tetapi juga menegaskan keseriusan Indonesia dalam memenuhi standar internasional. Menurut Ishartini, SMKHP telah dikoordinasikan dengan otoritas di berbagai negara tujuan ekspor, memastikan produk perikanan Indonesia dapat diterima dengan baik. Langkah ini sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam perdagangan perikanan global.

Tidak hanya berfokus pada ekspor, KKP juga memastikan mutu dan keamanan produk perikanan di pasar domestik. Inspektur Mutu melakukan pengawasan ketat melalui pengambilan sampel, uji organoleptik, dan pengujian kandungan formalin. Langkah ini penting untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam mengonsumsi produk perikanan. Selain itu, pemantauan stok perikanan juga dilakukan agar kebutuhan domestik tetap terpenuhi dengan kualitas yang terjaga.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan, KKP mendukung pelaku usaha dengan berbagai fasilitasi, mulai dari penyediaan bahan baku berkualitas melalui penerapan Good Manufacturing Practices (GMP), sistem jaminan mutu sepanjang rantai pasok, hingga logistik dan distribusi yang andal. Langkah-langkah ini mencerminkan strategi komprehensif untuk mendukung keberlanjutan industri perikanan Indonesia, baik di pasar domestik maupun internasional.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×