Museum Tsunami Aceh memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat dan wisatawan untuk menikmati pengalaman edukasi dan refleksi mendalam tentang peristiwa tsunami yang melanda Aceh pada 2004. Selama liburan akhir tahun, museum ini buka setiap hari dalam dua sesi, yaitu pukul 09.00-12.30 WIB dan 13.30-17.00 WIB, kecuali pada Jumat (27/12), ketika museum mulai beroperasi pukul 14.00-17.00 WIB. Menurut Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M. Syahputra Azwar, kebijakan ini diambil untuk mengakomodasi tingginya antusiasme pengunjung, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Langkah ini dinilai penting untuk memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat yang ingin mengenang sejarah sekaligus mengambil pelajaran berharga dari bencana tersebut.
Sebagai salah satu destinasi utama di Banda Aceh, museum ini tidak hanya menarik perhatian karena desain arsitekturnya yang ikonik hasil karya Ridwan Kamil, tetapi juga karena menyimpan cerita emosional yang menggugah kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana. Dengan berbagai pameran, mulai dari audio-visual, nama-nama korban yang diabadikan, hingga ruang kontemplasi yang penuh makna, Museum Tsunami Aceh mengajak pengunjung untuk merasakan pengalaman yang tidak hanya informatif tetapi juga emosional.
Peningkatan jumlah pengunjung pada musim liburan mendorong kebijakan perpanjangan jam operasional ini agar dapat mencegah penumpukan sekaligus memberikan kenyamanan kepada para pengunjung. Hal ini juga mencerminkan komitmen museum sebagai pusat edukasi yang mendunia, mengingatkan semua pihak akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kesadaran masyarakat tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi pariwisata Aceh. Wisatawan diimbau untuk datang sesuai jadwal, mematuhi aturan, dan memanfaatkan waktu kunjungan untuk mendalami sejarah serta inspirasi dari semangat masyarakat Aceh yang bangkit setelah bencana besar tersebut. Dengan semangat ini, museum diharapkan mampu menjadi simbol kekuatan dan pembelajaran bagi generasi mendatang.



