Kota Surabaya keluar sebagai juara umum Kejuaraan Daerah (Kejurda) Loncat Indah Jatim 2024, meraih 11 emas, empat perak, dan delapan perunggu. Sementara itu, peringkat kedua ditempati oleh Mojokerto dengan lima emas, enam perak, dan tiga perunggu, diikuti oleh Gresik yang berada di posisi ketiga dengan lima emas, dua perak, dan tiga perunggu. Kejuaraan ini, yang berlangsung dari 26 hingga 29 Desember di Kolam Renang Graha Residen Surabaya, bertujuan untuk mencari dan mengembangkan bakat-bakat baru di bidang loncat indah, sekaligus meningkatkan kualitas atlet di Jatim melalui kompetisi yang sehat dan kompetitif.
Boni Eko Priambodo, anggota Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jatim, berharap agar Kejurda ini dapat menghasilkan banyak atlet muda berbakat yang kelak bisa mengikuti jejak atlet top seperti Gladies, yang sukses meraih prestasi di PON Aceh-Sumut. Selain itu, Kejurda ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan olahraga loncat indah kepada masyarakat, khususnya generasi muda, dan menarik minat mereka untuk berpartisipasi dalam cabang olahraga ini.
Ahmad Subekti, Ketua Panitia Kejurda, mengungkapkan bahwa meskipun ini adalah pertama kalinya acara ini digelar, antusiasme atlet dari seluruh Jatim cukup tinggi, dengan 70 atlet dari 10 kabupaten/kota yang berpartisipasi. Kejuaraan ini diharapkan menjadi sarana untuk memajukan olahraga loncat indah di daerah serta melahirkan atlet-atlet berprestasi yang bisa berkompetisi di level yang lebih tinggi. Dalam Kejurda ini, terdapat lima kategori ketinggian dengan tiga grup pertandingan yang terdiri dari peserta putra dan putri dengan rentang usia yang berbeda, yakni 5 hingga 9 tahun, 10 hingga 12 tahun, dan 13 hingga 18 tahun. Dengan adanya kompetisi ini, diharapkan akan muncul lebih banyak atlet potensial yang mampu membawa nama Jatim ke tingkat nasional dan internasional.



