Membangun Kognitif untuk Mewujudkan Smart Ministry yang Inovatif

Pratikno menekankan pentingnya menanamkan nilai toleransi, gotong royong, dan kerja sama sebagai pondasi dalam bekerja, khususnya bagi seluruh pegawai di lingkungan Kemenko PMK. Dalam acara Senin Bersinergi (SENERGI) yang diadakan pada Senin (30/12/2024), ia menggarisbawahi bahwa pengalaman dalam menjalankan nilai-nilai ini adalah kunci untuk mewujudkan sebuah “smart ministry” yang inklusif dan tangguh. Menurutnya, menjaga toleransi, kebersamaan, serta semangat persahabatan di tengah perbedaan memerlukan usaha nyata untuk menciptakan kenangan baik yang memperkuat kebersamaan.

Acara SENERGI juga menjadi momen spesial karena sekaligus dirangkaikan dengan perayaan Natal di kantor Kemenko PMK. Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat kebersamaan, Pratikno menyampaikan ucapan selamat Natal kepada para pegawai yang merayakan. Ia menegaskan bahwa menjaga toleransi antarumat beragama, baik di dalam maupun di luar lingkungan kerja, adalah bentuk nyata dari penerapan nilai Pancasila. “Kita mungkin berbeda dalam iman, tetapi tetap bersaudara dalam kemanusiaan. Selamat Natal untuk teman-teman Kristiani,” ujarnya, menggambarkan semangat persatuan yang ia harapkan terus hidup dalam keseharian pegawai.

Pada kesempatan yang sama, acara ini menghadirkan Stella Christie, seorang pakar Cognitive Science yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Pendidikan Tinggi. Ia berbagi wawasan tentang pentingnya kemampuan kognitif dalam membangun kementerian yang pintar dan adaptif. Stella menyebut bahwa untuk merancang kebijakan yang berdampak, kemampuan berpikir harus dilatih secara konsisten dengan pendekatan berbasis bukti ilmiah. Dalam konteks ini, mempelajari data dan memahami bukti menjadi langkah fundamental yang tak boleh diabaikan.

Stella juga menekankan bahwa “learning to learn” atau kemampuan belajar untuk belajar adalah dasar utama dalam mengasah kemampuan kognitif. Dengan memahami cara terbaik dalam memproses informasi, seseorang dapat mengembangkan strategi belajar yang lebih efektif serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Hal ini menjadi relevan, mengingat tantangan dalam menyusun kebijakan memerlukan pendekatan yang cermat dan berbasis logika. Menurutnya, kebijakan yang baik bukan hanya tentang inovasi ide, tetapi juga tentang pengukuran keberhasilan yang konkret dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dalam keseluruhan kegiatan ini, SENERGI tidak hanya menjadi sarana berbagi ilmu tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan. Nilai-nilai yang disampaikan Pratikno dan Stella sejalan dengan misi membentuk kementerian yang tidak hanya pintar dalam mengambil keputusan, tetapi juga memiliki jiwa kemanusiaan yang kuat. Pesan yang tersirat adalah bahwa membangun “smart ministry” bukanlah sekadar tujuan administratif, melainkan perjalanan kolektif untuk menciptakan organisasi yang cerdas, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan bangsa.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×