Acara pelaporan capaian kinerja Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk tahun 2024 sekaligus pemaparan arah kebijakan tahun 2025 berlangsung dengan penuh antusias di hadapan para pejabat tinggi kementerian dan puluhan jurnalis dari berbagai media nasional. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengawali sambutannya dengan mengapresiasi kerja keras seluruh jajarannya serta peran media dalam menyampaikan informasi kebijakan kementerian kepada masyarakat. Menurutnya, kerja sama yang solid antara pemerintah, media, dan masyarakat adalah kunci sukses pelaksanaan program pendidikan yang bermutu.
Dalam paparannya, Menteri Mu’ti menegaskan bahwa apa yang telah dicapai sepanjang tahun 2024 bukan sekadar laporan, tetapi bukti nyata komitmen pemerintah dalam membangun generasi Indonesia yang cerdas dan maju. Upaya ini diwujudkan melalui kebijakan yang menyentuh berbagai aspek pendidikan, termasuk kesejahteraan guru, pengembangan kompetensi, serta inovasi dalam metode pembelajaran. Peningkatan tunjangan sertifikasi pendidik menjadi salah satu kebijakan strategis untuk memastikan kualitas pengajaran terus meningkat. Tidak hanya itu, langkah inovatif seperti membuka kesempatan bagi guru ASN untuk mengajar di sekolah swasta turut memperluas dampak positif kebijakan ini.
Kementerian juga memperkenalkan program-program kreatif yang bertujuan membangun karakter generasi muda. Contohnya adalah peluncuran Film Kemenangan Sejati, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, hingga Senam Anak Indonesia Hebat, yang dirancang untuk mengembangkan budaya literasi dan karakter anak sejak dini. Di sektor pendidikan vokasi, penguatan dilakukan melalui program seperti SMK Teaching Factory dan Pendidikan Kecakapan Kerja yang bertujuan mencetak tenaga kerja terampil dan berdaya saing.
Tahun 2024 juga diramaikan oleh berbagai prestasi dalam bidang sastra dan literasi. Lomba Sastra Siswa Nasional yang melibatkan ribuan peserta menjadi bukti nyata bahwa gerakan literasi terus mendapat tempat di hati masyarakat. Festival Literasi Swantara Aksara dengan tema “Membumikan Literasi, Menguatkan Aksi” memberikan energi baru dalam membangun budaya baca tulis di masyarakat. Perayaan 100 tahun AA Navis serta Bulan Bahasa dan Sastra menjadi momentum penting untuk mengingatkan generasi muda akan pentingnya bahasa dan sastra sebagai bagian dari identitas bangsa.
Dalam menyongsong tahun 2025, Kemendikdasmen telah menetapkan program prioritas yang ambisius namun realistis. Salah satunya adalah wajib belajar 13 tahun yang diharapkan mampu membuka akses pendidikan lebih luas bagi seluruh anak Indonesia. Selain itu, penguatan pendidikan vokasi melalui magang dan sertifikasi kompetensi juga menjadi fokus utama untuk mencetak talenta unggul yang siap menghadapi tantangan global. Tidak ketinggalan, pengembangan literasi dan kebahasaan terus didorong melalui distribusi buku bacaan bermutu serta pembinaan komunitas sastra di berbagai daerah.
Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa seluruh inisiatif ini dirancang untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Pendidikan, menurutnya, adalah investasi terbesar untuk masa depan bangsa. Dengan semangat baru dan landasan capaian yang kokoh, Kemendikdasmen siap melangkah lebih jauh di tahun 2025, memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan bermutu.



