KRI Hampala dan Lumba-Lumba: Kebanggaan Baru Armada Laut Indonesia

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kedaulatan wilayahnya. Salah satu caranya adalah dengan memperkuat armada angkatan laut. Baru-baru ini, World Directory of Modern Military Warships (WDMMW) merilis daftar kekuatan angkatan laut global tahun 2023, di mana Indonesia berhasil menempati peringkat ke-4. Pencapaian ini menempatkan TNI Angkatan Laut (TNI-AL) di bawah Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia, dengan True Value Rating (TvR) sebesar 137,3 poin dari 36 negara yang disurvei.

Tentu saja, Amerika Serikat memimpin dengan skor TvR tertinggi sebesar 323,9, diikuti Tiongkok dengan 319,8, dan Rusia dengan 242,3. Namun, posisi Indonesia di peringkat keempat dengan 243 armada menunjukkan kapasitas yang luar biasa. Armada tersebut meliputi empat kapal selam, tujuh fregat, 25 korvet, sembilan kapal penyapu ranjau, 168 kapal patroli lepas pantai, dan 30 kapal tempur amfibi. Angka ini mencerminkan kemampuan Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan di perairan, sekaligus menjaga stabilitas di kawasan.

Sejak 2021 hingga 2023, TNI-AL terus melakukan modernisasi alutsista dengan menghadirkan berbagai armada baru seperti kapal peluncur rudal catamaran KRI Golok-688 dan korvet KRI Bung Karno-369. Tambahan lainnya mencakup roket Exocet MM40, peluncur roket RM-70 Grad, hingga tank BMP-3F. Modernisasi ini tidak hanya meningkatkan kemampuan pertahanan, tetapi juga memperkuat kapasitas industri strategis nasional. BUMN seperti PT PAL, Pindad, dan Dirgantara Indonesia telah menunjukkan kemampuannya dalam memproduksi alutsista berkualitas tinggi.

Pada penghujung 2024, TNI-AL kembali memperkuat armadanya dengan meresmikan dua kapal patroli cepat, KRI Hampala-880 dan KRI Lumba-Lumba-881. Dibangun oleh galangan kapal lokal PT Caputra Mitra di Cirebon, kedua kapal ini dilengkapi meriam kaliber 40 mm, mitraliur 12,7 mm buatan Pindad, serta mampu mencapai kecepatan 24 knot. Nama “Hampala” melambangkan kekuatan dan daya juang, sementara “Lumba-Lumba” mencerminkan kelincahan dan kecerdasan, menjadikan kedua kapal ini simbol adaptasi dan ketangguhan dalam menjaga perairan Indonesia.

KRI Hampala kini memperkuat Lantamal XI di Merauke, Papua Selatan, sementara KRI Lumba-Lumba ditempatkan di Lantamal XIII Tarakan, Kalimantan Utara. Kehadiran mereka tidak hanya mendukung patroli keamanan laut, tetapi juga misi pencarian dan penyelamatan (SAR) serta infiltrasi pasukan. Kapal-kapal ini menjadi bukti bahwa modernisasi alutsista berjalan seiring dengan penguatan industri dalam negeri.

TNI-AL juga terus menjalin kerja sama dengan negara sahabat seperti Korea Selatan, Prancis, dan Jerman, serta menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk terus meningkatkan kekuatan pertahanan lautnya, bukan hanya untuk menjaga kedaulatan, tetapi juga untuk menciptakan stabilitas di kawasan. Dengan armada yang semakin kuat, TNI-AL siap menghadapi berbagai tantangan global dan memastikan keamanan perairan nusantara.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×