Pertemuan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Kamis (16/1/2025), menjadi momentum penting untuk mempererat kerja sama regional dan internasional dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Dalam forum ini, fokus utama adalah meningkatkan pertukaran informasi dan berbagi praktik terbaik antara lembaga-lembaga terkait, demi menciptakan pendekatan yang lebih efektif dan efisien dalam melawan korupsi lintas negara.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menegaskan bahwa KPK sebagai lembaga independen di Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk memperkuat upaya pemberantasan korupsi. Ia menekankan bahwa KPK berfungsi melengkapi dan meningkatkan efektivitas kerja lembaga-lembaga lain dengan tetap menjunjung tinggi asas-asas utama seperti keterbukaan, kepastian hukum, kepentingan umum, akuntabilitas, dan proporsionalitas. Nilai-nilai inilah yang menjadi dasar dalam setiap langkah KPK untuk menjalankan tugasnya dengan jujur dan profesional.
Dalam upaya mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi, KPK menggunakan pendekatan trisula strategi: pendidikan, pencegahan, dan penindakan. Ketiga strategi ini dirancang untuk berjalan secara simultan dan saling melengkapi, memastikan bahwa setiap celah yang memungkinkan praktik korupsi dapat diminimalisasi. Pendidikan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya korupsi, pencegahan menciptakan sistem yang tangguh terhadap potensi korupsi, sementara penindakan memastikan bahwa pelaku kejahatan tidak lolos dari tanggung jawab hukumnya. Pendekatan ini tidak hanya melibatkan KPK, tetapi juga mengundang partisipasi aktif masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, Setyo Budiyanto juga menyoroti pentingnya kolaborasi internasional, termasuk dengan Public Accounts Committee (PAC) Malaysia, sebagai langkah strategis untuk memberantas korupsi di tingkat global. Melalui pertukaran informasi dan praktik terbaik, kedua pihak berkomitmen untuk menciptakan sistem yang lebih transparan. Kerja sama semacam ini dinilai penting karena korupsi sering kali melibatkan jaringan yang lintas batas negara. Oleh karena itu, upaya bersama ini akan memberikan dampak yang lebih besar dalam menciptakan ekosistem yang bersih dan bebas korupsi.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi simbol diplomasi antarlembaga, tetapi juga menunjukkan bahwa pemberantasan korupsi membutuhkan sinergi global. Dengan berpegang pada prinsip-prinsip keadilan dan integritas, KPK dan PAC Malaysia berharap kolaborasi ini dapat memperkuat tekad bersama untuk membangun dunia yang lebih transparan, jujur, dan adil bagi semua. Langkah ini adalah pengingat bahwa korupsi adalah musuh bersama yang hanya bisa dilawan melalui kerja sama yang solid dan berkelanjutan.



