- Mon, 2 February 2026
Semangat belajar anak-anak berkebutuhan khusus di SLB Bhakti Wanita Lumajang jadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi. Dari ruang-ruang kelas sederhana, lahir pelajaran berharga bagi para guru: bahwa pendidikan sejati bukan hanya soal angka atau nilai rapor, tapi tentang kesabaran, keikhlasan, dan penguatan nilai kemanusiaan.
Kepala SLB Bhakti Wanita Lumajang, Roby Dian Darmawan, menegaskan bahwa keberadaan siswa luar biasa bukan sekadar tantangan akademik, melainkan sumber inspirasi. “Setiap keberhasilan kecil siswa—mulai dari menulis huruf pertama sampai bisa mengucapkan kata dengan jelas—itu sudah jadi kebahagiaan besar bagi kami. Itu bukti nyata kalau keterbatasan tidak pernah mematikan semangat untuk berkembang,” ucapnya saat Talkshow Jelita di LPPL Radio Suara Lumajang.
Menurutnya, ketekunan para siswa berkebutuhan khusus dalam menghadapi hambatan adalah teladan yang luar biasa, bahkan bagi orang dewasa. Dengan segala keterbatasan, mereka tetap berani, percaya diri, dan punya semangat hidup yang tinggi. “Bagi kami, anak-anak ini adalah guru kehidupan. Mereka mengajarkan arti perjuangan tanpa kenal kata menyerah,” imbuhnya.
Di SLB Bhakti Wanita, pendidikan tak melulu soal akademik. Lebih dari itu, anak-anak didorong untuk mandiri, percaya diri, dan mampu bersosialisasi. Hal ini juga sejalan dengan amanat UUD 1945 yang menegaskan: setiap warga negara berhak atas pendidikan tanpa diskriminasi. Kalau dipikir-pikir, inilah bentuk nyata pendidikan yang inklusif—bukan sekadar jargon, tapi benar-benar diterapkan.
Para guru pun percaya bahwa anak-anak istimewa ini adalah anugerah dengan misi kemanusiaan. Lewat interaksi sehari-hari, para pendidik justru banyak belajar tentang empati, ketulusan, dan rasa syukur. “SLB bukan hanya tempat siswa belajar, tapi juga ruang pembelajaran batin bagi kami, para guru. Kami belajar ikhlas, sabar, dan penuh kasih,” tutur Roby.
Lebih jauh, keberadaan SLB jadi pengingat penting bagi masyarakat bahwa inklusi sosial adalah kunci membangun bangsa yang adil dan berkeadaban. Anak-anak luar biasa bukanlah objek belas kasihan, melainkan generasi penerus bangsa dengan hak, potensi, dan kontribusi yang sama pentingnya.
Pemerintah Kabupaten Lumajang sendiri mendukung penuh pendidikan inklusif dengan menyiapkan fasilitas, tenaga pendidik, hingga akses yang memadai. Dukungan ini penting agar pendidikan tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga generasi yang punya kesadaran kebangsaan dan nilai kemanusiaan yang kuat.
“Anak-anak ini mengajarkan kepada kita semua bahwa masa depan tidak boleh dibatasi oleh kondisi. Dari mereka kita belajar arti perjuangan, dan dari mereka pula kita yakin bahwa pendidikan dengan hati adalah jalan terbaik untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkas Roby.