AirNav Indonesia Uji Coba Penerbangan Tol Udara RI-Australia

AirNav Indonesia meluncurkan uji coba prosedur User Preferred Route (UPR) di ruang udara lintas negara, khususnya antara wilayah udara Indonesia dan Australia. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen AirNav Indonesia untuk memajukan industri penerbangan Indonesia dengan cara yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

User Preferred Route (UPR), atau sering disebut sebagai tol udara, adalah metode manajemen ruang udara yang menerapkan konsep free-route airspace. Konsep ini memberikan keleluasaan kepada maskapai untuk menentukan rute penerbangan yang paling efisien, membantu mereka menghemat bahan bakar dan mengurangi emisi, dengan tetap memperhatikan kepadatan lalu lintas, arah dan kecepatan angin, potensi turbulensi, suhu udara, serta jenis dan kinerja pesawat.

Sejak 5 Oktober 2023, AirNav Indonesia telah menerapkan program UPR di wilayah udara Indonesia (Jakarta FIR dan Ujung Pandang FIR). Kini, program lintas negara atau Cross FIR Boundary UPR merupakan langkah lanjut untuk memberikan fleksibilitas lebih dalam penerbangan internasional.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Polana B. Pramesti, mengungkapkan kebanggaannya atas momen bersejarah ini, “Kami sangat bangga menjadi salah satu inisiator program ini. Kolaborasi antara AirNav Indonesia dan Airservices Australia, serta empat maskapai internasional—Garuda Indonesia, Singapore Airlines, Qantas, dan Air New Zealand—menandai awal dari program free-route lintas negara yang kami mulai pada 5 Agustus 2024.”

Polana juga menambahkan bahwa program UPR ini adalah contoh nyata dari komitmen AirNav Indonesia, Airservices Australia, Airways New Zealand, dan CAAS (Otoritas Penerbangan Sipil Singapura) untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan kenyamanan navigasi penerbangan, sambil menjaga ruang udara di Asia Pasifik tetap ramah lingkungan. “Kami berharap uji coba ini sukses dan membawa manfaat besar bagi semua maskapai yang melintasi wilayah udara Asia Pasifik,” tutup Polana.

Inisiatif uji coba UPR lintas negara ini merupakan langkah penting dalam modernisasi manajemen ruang udara global. Dengan memberi maskapai lebih banyak kebebasan dalam menentukan rute mereka, UPR tidak hanya berpotensi mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi gas rumah kaca, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional penerbangan. Kolaborasi internasional yang terjalin dalam program ini memperkuat komitmen bersama untuk menciptakan sistem navigasi penerbangan yang lebih adaptif dan berkelanjutan, memberikan manfaat jangka panjang bagi industri penerbangan global.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×