Melalui inisiatif Ruang Bersama Indonesia (RBI), pemerintah bersama masyarakat menghadirkan ruang belajar, pelatihan keterampilan, dan tempat bermain anak yang mengedepankan nilai-nilai lokal serta budaya bangsa. Bali menjadi salah satu provinsi percontohan dengan komitmen Kabupaten Bangli menerapkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA), mencakup delapan desa percontohan serta 72 desa lain yang berupaya mengikuti jejak tersebut. Menariknya, program DRPPA yang dimulai pada 2020 kini bukan lagi dianggap sebagai kebijakan top-down, tetapi telah menjadi kebutuhan masyarakat desa. Dalam empat tahun terakhir, DRPPA telah berkembang dari 138 desa model menjadi lebih dari 1.900 desa yang berkomitmen mengimplementasikan konsep ini.
Di Bangli, peran istri kepala desa menjadi ujung tombak pelaksanaan DRPPA. Mereka aktif menyosialisasikan 10 indikator utama DRPPA kepada masyarakat, mulai dari pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan hingga pengurangan pekerja anak dan pencegahan perkawinan dini. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga keterlibatan aktif masyarakat dalam membawa perubahan nyata.
Menjelang Hari Ibu ke-96, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengusung tiga program prioritas: Ruang Bersama Indonesia, perluasan layanan SAPA 129, dan penguatan Satu Data Perempuan dan Anak berbasis desa. Menteri PPPA, Arifah Choiri Fauzi, menegaskan bahwa kesetaraan gender adalah kunci menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan yang tidak hanya memberikan dampak positif bagi keluarga, tetapi juga bagi pembangunan nasional. Melalui RBI, pemerintah berupaya menciptakan solusi kreatif untuk tantangan digitalisasi, seperti mengurangi ketergantungan anak pada gawai dengan memperkenalkan permainan tradisional yang menanamkan nilai kerja sama dan keberagaman. Di sisi lain, RBI juga memberi peluang perempuan untuk mengembangkan keterampilan berbasis desa, dengan data yang dihasilkan menjadi landasan program strategis Satu Data Perempuan dan Anak.
Selain itu, layanan SAPA 129 diharapkan menjadi jembatan bagi masyarakat dalam melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, sekaligus sebagai sarana edukasi. Data yang terkumpul dari RBI dan SAPA 129 akan digunakan untuk menganalisis isu-isu seperti stunting dan kekerasan berbasis gender, sehingga solusi yang diberikan lebih terukur dan efektif.
Keberhasilan ini tercermin dalam peningkatan Indeks Pembangunan Gender (IPG) Indonesia yang naik dari 89,42 pada 2010 menjadi 91,85 pada 2023, serta peningkatan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja dari 50,22% menjadi 54,52% dalam rentang waktu yang sama. Angka perkawinan anak juga terus menurun, dari 10,82% pada 2019 menjadi 6,92% pada 2023. Meski begitu, Menteri Arifah mengingatkan masih ada tantangan besar, seperti stunting dan kekerasan berbasis gender, yang memerlukan kolaborasi lintas sektor. Oleh karena itu, pemerintah mengajak semua elemen, termasuk media, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil, untuk berkontribusi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Sebagai bagian dari peringatan Hari Ibu, pemerintah akan melakukan soft launching RBI pada 22 Desember 2024, yang diharapkan menjadi langkah strategis untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, inklusif, dan memberdayakan bagi perempuan serta anak. Momentum ini tidak hanya menjadi refleksi atas perjuangan perempuan, tetapi juga pijakan untuk melangkah lebih jauh dalam pembangunan berbasis kesetaraan gender.



