Kementerian Perindustrian, melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), telah menyelenggarakan berbagai program pendidikan dan pelatihan untuk mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) industri. Sepanjang tahun 2024, program ini diikuti oleh 33.984 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Program ini merupakan bukti nyata komitmen Kemenperin untuk membentuk SDM yang kompeten, tangguh, dan siap bersaing di tingkat global. Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, pengembangan SDM yang unggul sangat penting untuk menjawab tantangan industri masa depan dan mewujudkan sektor industri yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Dalam rangka mendukung pengembangan SDM industri, Kemenperin mengelola berbagai lembaga pendidikan seperti 11 politeknik, 2 akademi komunitas, dan 9 SMK vokasi industri yang tersebar di seluruh Indonesia. Hingga Desember 2024, sebanyak 11.561 mahasiswa dan 8.390 siswa aktif terdaftar di lembaga-lembaga pendidikan ini. Lulusan dari unit pendidikan Kemenperin umumnya dapat dengan mudah terserap di dunia industri, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, atau memulai usaha sendiri. Dengan tingkat serapan tenaga kerja mencapai 73,8% pada tahun 2024, Kemenperin juga memberikan dukungan bagi lulusan yang masih mencari pekerjaan untuk mendapatkan kesempatan lebih lanjut dalam waktu maksimal enam bulan setelah kelulusan.
Tingginya minat masyarakat untuk mendaftar di lembaga pendidikan Kemenperin tercermin dalam data pendaftar tahun 2024, dengan rasio pendaftar dan penerimaan yang sangat kompetitif. Sebagai contoh, untuk 4.121 mahasiswa baru yang diterima, tercatat ada 60.179 pendaftar, sementara di SMK Kemenperin, untuk 2.722 siswa baru yang diterima, ada 23.559 pendaftar, dengan rasio persaingan mencapai 1:12,2. Hal ini menunjukkan betapa besar kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan vokasi yang ditawarkan oleh Kemenperin.
Selain pendidikan, Kemenperin juga mengoptimalkan pelatihan vokasi melalui program Diklat 3 in 1 yang berhasil melatih 24.863 SDM di 25 provinsi. Program ini tidak hanya memberikan pelatihan berbasis kompetensi, tetapi juga sertifikat kompetensi dan penempatan kerja, sehingga mempercepat integrasi peserta ke dunia kerja. Sektor-sektor dengan peserta terbanyak dalam program Diklat 3 in 1 adalah tekstil dan produk tekstil, makanan dan minuman, serta digital marketing, yang menunjukkan orientasi pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri masa kini.
Kemenperin juga mendukung pengembangan pelaku industri baru melalui program inkubator bisnis. Dengan 66 tenant yang aktif dan total 449 karyawan, inkubator ini membantu pelaku usaha dari berbagai sektor, seperti fesyen, industri kreatif, elektronik, hingga bioteknologi, untuk tumbuh dan berkembang. Selain itu, Kemenperin melaksanakan program sertifikasi profesi bagi 2.734 SDM industri, bekerja sama dengan 32 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), serta menyediakan pelatihan untuk 190 asesor kompetensi guna mendukung proses sertifikasi ini.
Tidak hanya itu, Kemenperin turut berperan dalam akselerasi implementasi industri 4.0 dengan Pusat Industri Digital 4.0 (PIDI 4.0), yang pada tahun 2024 telah melatih 606 SDM dan menyelenggarakan 19 kegiatan pengembangan ekosistem industri 4.0. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan lembaga internasional, semakin memperkuat ekosistem industri digital di Indonesia. Dengan adanya showcase center yang menarik banyak pengunjung, PIDI 4.0 juga turut memperkenalkan berbagai inovasi di bidang industri digital kepada masyarakat luas.
Selain mendukung SDM industri, Kemenperin juga memfokuskan pada pengembangan kompetensi aparatur melalui berbagai pelatihan teknis dan struktural yang melibatkan 1.686 peserta pelatihan luring dan 2.370 peserta pelatihan daring pada tahun 2024. Kemenperin juga memberikan beasiswa pendidikan bagi 89 pegawai untuk meningkatkan kualitas SDM aparatur yang mendukung kebijakan dan program-program kementerian. Semua upaya ini merupakan bagian dari strategi Kemenperin untuk menciptakan ekosistem industri yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.



