Keberhasilan tim pencak silat Kazakhstan di Kejuaraan Dunia Pencak Silat di Abu Dhabi tak hanya menjadi kebanggaan bagi negara tersebut, tetapi juga mencerminkan kemajuan diplomasi Indonesia di Asia Tengah. Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan, M. Fadjroel Rachman, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut menunjukkan eratnya hubungan kedua negara, sekaligus keberhasilan diplomasi budaya Indonesia melalui pencak silat, cabang olahraga yang menjadi bagian penting dari warisan budaya Nusantara. Sebagai penasihat Asosiasi Pencak Silat Kazakhstan dan Tajikistan, Fadjroel menekankan bahwa kemajuan pencak silat di Kazakhstan adalah buah dari kerja sama intensif, baik pada tingkat pemerintahan maupun masyarakat. Tim Kazakhstan meraih total 32 medali—10 emas, 7 perak, dan 15 perunggu—dalam kejuaraan yang diikuti lebih dari 1.100 peserta dari 57 negara, menunjukkan progres signifikan dalam kemampuan teknis dan strategis mereka.
Sementara itu, Indonesia tetap mendominasi kejuaraan dengan membawa pulang gelar juara umum di kategori senior dan junior, yang masing-masing menyumbangkan 11 medali emas. Dominasi ini tidak hanya menunjukkan keunggulan atlet Indonesia, tetapi juga menegaskan bahwa pencak silat memiliki potensi besar sebagai salah satu cabang olahraga yang dapat membawa nama bangsa ke panggung internasional, bahkan menuju Olimpiade. Kemajuan pencak silat di Kazakhstan tak lepas dari dukungan besar dari KBRI Astana, yang sejak 2023 aktif mendatangkan pelatih, memberikan bantuan peralatan, dan mendirikan fasilitas seperti Pencak Silat Corner di Pusat Budaya Indonesia di Astana.
Pelatih PERSILAT, Nurfakih, mengakui bahwa dukungan strategis dari KBRI dan Dubes Fadjroel menjadi faktor kunci dalam mengembangkan potensi tim Kazakhstan. Diplomasi melalui olahraga seperti ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga membuka jalan bagi pengakuan pencak silat di level global. Dengan upaya berkelanjutan dan kolaborasi lintas pihak, perkembangan ini menjadi langkah maju menuju impian membawa pencak silat ke Olimpiade, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai motor utama dalam diplomasi olahraga dan budaya di Asia Tengah dan dunia.



