IMBF 2024: Produk Perikanan Indonesia Tampil di Hadapan 68 Tamu Negara

Indonesia siap memamerkan keseriusannya dalam mengelola sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan melalui ajang Indonesia Marine and Blue Food Fair (IMBF) 2024. Acara yang bertajuk “Blue Food Competent Authority Dialogue” ini direncanakan akan dibuka oleh Menko Pangan, Zulkifli Hasan, dan mengundang berbagai otoritas kompeten dari negara tujuan ekspor, pelaku usaha perikanan, hingga perwakilan dari kementerian/lembaga terkait.

Misi Strategis di IMBF 2024

Kepala Badan Pengawasan dan Pengendalian Mutu Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP), Ishartini, menegaskan bahwa acara ini merupakan platform khusus untuk menunjukkan komitmen Indonesia dalam memastikan keberlanjutan sumber daya laut sekaligus mempromosikan mutu tinggi produk perikanan yang diekspor.

“Melalui IMBF 2024, kami ingin menyampaikan pesan bahwa sistem jaminan mutu produk perikanan Indonesia tak hanya ketat, tetapi juga memenuhi standar internasional. Ini juga menjadi kesempatan menunjukkan produk bermutu tinggi kepada dunia,” ungkap Ishartini.

Acara ini akan menghadirkan perwakilan dari organisasi seperti Food and Agriculture Organization (FAO), Uni Eropa (UE), United States Food and Drug Administration (US FDA), serta 68 perwakilan negara sahabat, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Norwegia, dan Australia.

Penguatan Kerja Sama Teknis dan Pengawasan Produk Perikanan

IMBF 2024 diharapkan dapat menjadi wadah peningkatan kerja sama teknis antara Indonesia dengan negara tujuan ekspor, khususnya terkait persyaratan teknis yang diperlukan. Ishartini menekankan bahwa pihaknya terus meningkatkan pengawasan melalui sertifikasi mutu dari hulu ke hilir, termasuk surveilan, inspeksi, hingga pengambilan sampel.

“Kami memastikan pengendalian mutu produk berjalan maksimal agar produk perikanan Indonesia dapat diterima dengan baik di pasar global. Tahun ini saja, produk kita sudah menembus 133 negara,” tambahnya.

Potensi Investasi Besar di Sektor Kelautan dan Perikanan

Selain promosi, IMBF 2024 juga membuka pintu bagi investasi besar-besaran di sektor kelautan dan perikanan. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa budidaya laut atau mariculture adalah masa depan industri perikanan Indonesia.

Dari budidaya kerapu, rumput laut, hingga tuna, peluang investasi ini menawarkan keuntungan ekonomi sekaligus keberlanjutan ekosistem laut. Di sisi hilir, pengolahan hasil perikanan juga menjadi sektor yang menjanjikan, dengan nilai tambah yang tinggi, potensi penyerapan tenaga kerja, dan produk berkualitas yang memenuhi standar ekspor.

Kebijakan Penangkapan Terukur yang dirancang Kementerian Kelautan dan Perikanan di 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) semakin memperkuat daya tarik investasi. Model ini, yang terinspirasi dari kebijakan konservasi di Uni Eropa, Kanada, dan Australia, memastikan keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya laut dan pelestariannya.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×