Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo menyatakan bahwa Indonesia berkomitmen kuat untuk bekerja sama dengan negara-negara Afrika dalam memajukan ekonomi, sosial, dan budaya masing-masing. Pernyataan ini disampaikan saat Menpora Dito menghadiri acara Africa Day 2024 di Hotel Borobudur Jakarta. Dalam acara tersebut, Menpora Dito menjadi tamu kehormatan dan mewakili pemerintah Indonesia.
“Atas nama Indonesia, saya mengucapkan salam hangat kepada negara-negara Afrika pada Hari Afrika. Indonesia sangat mengapresiasi Uni Afrika dan negara-negara Afrika atas kemajuan yang telah dicapai dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujar Menpora Dito dalam siaran persnya yang diterima InfoPublik, Minggu (2/6/2024).
Komitmen ini, lanjut Menpora Dito, telah dibuktikan dengan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke kawasan Afrika pada tahun 2023, mengunjungi Kenya, Tanzania, Mozambik, dan Afrika Selatan.
“Indonesia bertekad untuk memperkuat kolaborasi dengan Afrika di masa depan. Kemitraan dengan Afrika sangat penting dan semakin kuat setiap harinya, dan sangat krusial bagi masa depan,” jelas Menpora Dito.
Indonesia dan Afrika juga memiliki hubungan historis yang panjang, terutama karena Indonesia merupakan penggagas dan tuan rumah Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955.
Acara Africa Day berlangsung dengan meriah, termasuk pemotongan kue oleh Menpora Dito bersama Special Envoy of Seychelles Nico Barito, Dean of the Group of African Ambassadors accredited to Indonesia Ouadia Benabdellah, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi makan malam yang menyajikan beragam menu dari berbagai negara Afrika seperti Nigeria, Somalia, Afrika Selatan, Tunisia, Mesir, Zimbabwe, Libya, dan lainnya. Pengunjung berkeliling mencicipi makanan khas Afrika sambil menikmati pertunjukan tarian tradisional.
Momen ini bukan hanya merayakan hubungan diplomatik, tetapi juga membuka peluang bagi kerjasama yang lebih erat di berbagai bidang. Pertukaran budaya seperti ini dapat menjadi fondasi yang kuat untuk kerjasama ekonomi dan sosial yang lebih dalam. Ini menunjukkan bahwa melalui acara seperti ini, hubungan antar negara bisa diperkuat tidak hanya melalui diplomasi formal, tetapi juga melalui pengertian dan apresiasi budaya.



