Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan iklim tropis, memiliki kesempatan besar untuk mencapai swasembada pangan lebih baik dibandingkan negara-negara yang mengalami empat musim.
Pernyataan tersebut disampaikan Tito setelah menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Pertanian (Kementan) tentang program cetak sawah rakyat untuk mencapai swasembada pangan di Jakarta.
Menurut Tito, visi dan misi Kementan untuk mencapai swasembada pangan adalah langkah yang sangat baik dan patut diapresiasi. Dia menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar, termasuk tanah subur, berbagai gunung berapi, dan sumber daya manusia yang melimpah, untuk mendukung visi tersebut.
Namun, Mendagri juga menegaskan bahwa mencapai swasembada pangan bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah (pemda).
Tito menyebutkan beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan oleh pemda untuk meningkatkan produktivitas pertanian, seperti pengembangan infrastruktur pertanian, pelatihan petani, diversifikasi pertanian, kolaborasi, dan pemantauan.
Terkait dengan anggaran pertanian, Tito menyoroti pentingnya pendapatan asli daerah (PAD) dan dana transfer dari pemerintah pusat. Dia menekankan bahwa daerah-daerah dengan PAD yang kuat dapat mengalokasikan sebagian pendapatan mereka untuk program pertanian, sementara daerah dengan PAD rendah membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat untuk meningkatkan sistem pertanian mereka.
Pendekatan ini memperlihatkan pentingnya kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah dalam mencapai swasembada pangan yang menjadi tujuan nasional.



