Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa baru saja menyelenggarakan Indonesia – Europe Business Forum (IEBF) 2024 pada Senin (7/10) di Hotel Shangri-La Jakarta. Acara bergengsi ini sudah memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, sejak pertama kali diluncurkan pada 2022. Tahun ini, IEBF mengusung tema besar “Promoting Indonesia-Europe Business Collaboration Towards A More Sustainable and Equitable Economic Development”, yang bertujuan mendorong kolaborasi bisnis antara Indonesia dan Eropa untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan inklusif.
Ada tiga agenda utama dalam IEBF 2024 ini, yakni Business Pitching, Business Matching, dan Mini Showcase. Ketiga kegiatan ini dirancang untuk menjembatani pelaku bisnis dari kedua belah pihak, memperkenalkan inovasi terbaru dari Indonesia, serta memfasilitasi pertemuan langsung antara pengusaha lokal dengan para investor potensial dari Eropa. Ajang ini bukan sekadar tempat pameran bisnis, tetapi juga platform strategis untuk mempertemukan inovasi anak bangsa dengan modal, teknologi, dan pasar global.
Wakil Menteri Luar Negeri RI, Pahala Nugraha Mansury, dalam sambutannya menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang bagi negara-negara Eropa yang ingin menembus pasar Asia dan Asia Tenggara. Dari sudut pandang Eropa, Indonesia adalah mitra yang sangat potensial, karena selain sumber daya alamnya yang melimpah, negara ini juga semakin proaktif menarik investasi asing langsung (FDI). Ini berarti, Indonesia bukan hanya sekadar “destinasi investasi,” tetapi juga gerbang menuju peluang pasar yang lebih luas.
Shinta Widjaja Kamdani, Ketua APINDO, dalam pidatonya menyoroti pentingnya peran Eropa sebagai mitra strategis dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Ia mengapresiasi IEBF sebagai sarana untuk memperdalam hubungan perdagangan dan investasi antara kedua belah pihak. Di forum ini, Shinta juga menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha harus terus dipertahankan demi menggali lebih banyak potensi yang selama ini belum tergarap, termasuk percepatan negosiasi Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA), yang bisa menjadi kunci untuk membuka lebih banyak peluang perdagangan dan investasi.
Dari sisi bisnis, IEBF 2024 berhasil mencatatkan sejumlah kesepakatan penting. Tujuh Nota Kesepahaman (MoU/LoI) berhasil ditandatangani antara perusahaan-perusahaan Indonesia dan Eropa. Nilai transaksi yang dihasilkan selama forum ini, termasuk dari rangkaian acara Road to IEBF, mencapai USD 11,07 miliar—angka yang menunjukkan bahwa Indonesia semakin diminati sebagai destinasi investasi dan mitra dagang utama.
Tak hanya itu, sebanyak enam perusahaan turut serta dalam sesi business pitching untuk mempresentasikan proyek-proyek inovatif mereka di hadapan investor, sementara sebelas institusi menampilkan berbagai produk unggulan dan layanan terbaru di mini showcase. Partisipasi ini semakin memperlihatkan betapa seriusnya Indonesia dalam menampilkan keunggulan dan daya saingnya di hadapan pemain bisnis Eropa.
Secara keseluruhan, IEBF 2024 dihadiri oleh 122 perusahaan Eropa dan 123 perusahaan Indonesia. Kehadiran ratusan pelaku usaha dari kedua belah pihak menunjukkan besarnya antusiasme untuk berkolaborasi dan memperluas jaringan bisnis lintas batas. Ini bukan hanya soal mempertemukan investor dengan proyek, tapi lebih jauh lagi, IEBF menjadi ruang untuk menciptakan hubungan bisnis yang strategis dan berkelanjutan.
IEBF 2024 bukan sekadar ajang untuk berdiskusi, tetapi juga wujud nyata dari semangat business diplomacy Indonesia dalam memperkuat hubungan dengan negara-negara Eropa. Forum ini berperan penting dalam menggali peluang-peluang baru, termasuk dengan negara-negara non-tradisional yang selama ini mungkin belum tergarap. Dengan kata lain, IEBF 2024 membuka jalan bagi para pengusaha untuk memperluas jaringan mereka dan menjangkau pasar-pasar yang lebih beragam.
Tak dapat disangkal, kesuksesan IEBF tahun ini menjadi bukti bahwa kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Eropa semakin kuat. Di masa depan, harapannya, forum ini dapat terus menjadi wadah yang efektif untuk mempertemukan kebutuhan bisnis dengan potensi yang ada, sekaligus menciptakan model pembangunan ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan bagi kedua belah pihak.



