Indonesia Genjot Ekspor Udang Vaname ke Pasar Mesir

Pemerintah Indonesia terus memperkuat strategi untuk memperluas ekspor produk unggulan, salah satunya melalui kerja sama dengan KBRI Kairo, Atase Perdagangan Kairo, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah. Fokus kolaborasi ini adalah meningkatkan ekspor udang vaname—komoditas perikanan bernilai tinggi—ke pasar Mesir. Langkah konkret yang diambil terlihat dalam kunjungan resmi ke tambak budidaya PT Esaputlii Prakarsa Utama (EPU) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada 16 Oktober 2024.

“Pemerintah ingin mendongkrak ekspor udang vaname ke Mesir. Kunjungan ini menunjukkan dukungan penuh bagi PT EPU yang telah memiliki stok produk cukup untuk memenuhi permintaan dalam negeri sekaligus memanfaatkan potensi pasar Timur Tengah,” kata Duta Besar RI untuk Mesir, Lutfi Rauf, melalui siaran pers Kementerian Perdagangan pada 22 Oktober 2024.


Potensi Besar Pasar Mesir untuk Udang Indonesia

Menurut Dubes Lutfi, pasar Mesir menyimpan potensi besar bagi produk-produk perikanan Indonesia. Konsumen Mesir sangat menggemari hasil laut Indonesia, termasuk udang vaname, berkat kualitas dan daya saingnya. “Kita harus memanfaatkan momentum ini untuk memperbesar volume ekspor, mengingat pasar Mesir sangat terbuka dan responsif terhadap produk unggulan dari Indonesia,” tambahnya.

Selain Lutfi, Atase Perdagangan Kairo, M. Syahran Bhakti S, dan Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Kairo, Rifki Rustam Arsyad, turut mendampingi dalam kunjungan tersebut. Dari sisi PT EPU, hadir Direktur Utama Ahmad Bhakty Baramul, bersama Kepala Cabang Parigi Moutong, Efendi Batjo, dan Konsultan Pasar Timur Tengah, Moh. Khaliq Prabowo. Kunjungan ini juga melibatkan perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah, menunjukkan sinergi erat antara pemerintah dan swasta dalam mendukung ekspor.


Inovasi Digital untuk Tarik Minat Pasar Internasional

Atase Perdagangan Kairo, Syahran Bhakti, menggarisbawahi pentingnya digitalisasi data operasional dalam budidaya udang. Sistem ini tidak hanya mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan, tetapi juga menambah nilai jual bagi calon pembeli internasional, khususnya di Mesir. “Dengan digitalisasi ini, pembeli dari Mesir maupun negara-negara lain akan lebih yakin dengan standar operasional dan kualitas produk yang ditawarkan PT EPU,” ujarnya.

Pada 2023, ekspor produk perikanan Indonesia ke Mesir menunjukkan perkembangan yang signifikan. Produk dengan kode HS 1604 (termasuk produk laut olahan) mencatat nilai ekspor hingga USD 2 juta atau setara Rp30 miliar. Sementara itu, ekspor ikan beku dengan kode HS 0303 mencapai USD 855 ribu atau sekitar Rp13,2 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa Mesir adalah pasar yang potensial dan perlu digarap lebih serius untuk meningkatkan kinerja ekspor.


Ambisi PT EPU: Panen Berkala dan Ekspansi ke Pasar Global

PT EPU sendiri telah mengembangkan tambak udang seluas 245,96 hektar di Parigi Moutong dan Tolitoli, Sulawesi Tengah. Visi perusahaan adalah menjadi industri budidaya perikanan terintegrasi dan modern, dengan fokus utama pada produksi udang vaname. Ahmad Bhakty Baramul, Direktur Utama PT EPU, menyatakan bahwa perusahaan berambisi untuk melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun, dengan target produksi mencapai 12,4 ribu ton per tahun.

“Selain memenuhi permintaan pasar domestik, hasil panen ini juga akan diekspor ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Australia, Uni Eropa, serta negara-negara di Asia dan Timur Tengah,” ujar Bhakty. Ambisi ekspor ini menunjukkan bahwa PT EPU tidak hanya fokus pada Mesir tetapi juga siap bersaing di pasar global.


Kolaborasi dan Inovasi sebagai Kunci Peningkatan Ekspor

Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan ekspor. Dengan dukungan dari pemerintah dan pemanfaatan inovasi seperti digitalisasi data dalam budidaya, produk perikanan Indonesia akan semakin kompetitif di pasar internasional. Argumennya, negara-negara konsumen semakin memperhatikan keberlanjutan dan standar produksi, sehingga inovasi menjadi kebutuhan mutlak untuk memenangkan persaingan di pasar global.

Selain itu, fokus pemerintah dalam mendiversifikasi ekspor ke berbagai pasar, termasuk Timur Tengah, akan mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional seperti Amerika dan Eropa. Dengan daya beli yang meningkat di negara-negara Arab, khususnya Mesir, ekspor produk perikanan seperti udang vaname memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih pesat.


Arah Baru Ekspor Perikanan Indonesia

Dengan strategi tepat dan dukungan kuat dari pemerintah, ekspor udang vaname ke Mesir dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar di kawasan Timur Tengah. Inovasi digital dan sinergi antara berbagai pemangku kepentingan akan memastikan bahwa produk Indonesia tetap relevan dan diminati di pasar global.

Kolaborasi antara PT EPU dan pemerintah bukan hanya akan mendongkrak angka ekspor, tetapi juga mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama di industri perikanan global. Jika momentum ini dimanfaatkan dengan baik, tidak hanya Mesir, tetapi juga pasar-pasar baru di Timur Tengah dapat menjadi mitra penting bagi Indonesia dalam meningkatkan ekspor nonmigas. Ekspor yang kuat tidak hanya menambah devisa negara tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Sulawesi Tengah.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×