Museum unik ini bisa menjadi destinasi seru yang tidak hanya untuk pecinta balap motor, tetapi juga bagi wisatawan yang sedang berlibur di Lombok. Semua kalangan, mulai dari penggemar MotoGP, turis, hingga penduduk lokal bisa menjelajahi museum ini, menikmati sejarah dan pesona balap motor internasional.
Dalam lima tahun terakhir, industri olahraga Indonesia memang terus melaju kencang di bawah periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Berbagai event olahraga internasional berhasil diselenggarakan, mulai dari Piala Dunia FIFA U-17, Piala Dunia Bola Basket FIBA, hingga Kejuaraan Dunia Balap Sepeda. Ini bukan sekadar ajang olahraga, tapi juga peluang besar untuk memperkenalkan Indonesia ke panggung dunia.
Namun, salah satu momen yang paling menggemparkan adalah ketika Indonesia kembali terpilih sebagai tuan rumah MotoGP—ajang balap motor paling bergengsi di dunia. Ditunjuknya Indonesia oleh Dorna Sports, promotor resmi MotoGP, merupakan pencapaian penting yang menunjukkan kepercayaan dunia pada Indonesia sebagai tuan rumah event kelas dunia. Sirkuit Internasional Jalan Raya Mandalika yang terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, berhasil dibangun sebagai arena balap yang memenuhi standar internasional.
Setelah menggelar MotoGP untuk pertama kali pada tahun 2022, Mandalika dengan cepat melambung menjadi salah satu sirkuit yang paling dinantikan oleh para pebalap MotoGP. Sirkuit ini memiliki 17 tikungan yang menantang, tetapi yang membuatnya semakin istimewa adalah pemandangan sekitarnya—perbukitan hijau yang menghadap langsung ke birunya Samudra Hindia. Kombinasi antara sirkuit berteknologi tinggi dan keindahan alam membuat Mandalika berbeda dari sirkuit manapun di dunia.
Tidak hanya soal trek dan tantangan balapan, keramahan masyarakat Sasak, suku asli Pulau Lombok, juga menjadi daya tarik tersendiri. Pebalap internasional seperti Fabio Quartararo dan Marc Marquez bahkan tampak nyaman berbaur dengan penduduk lokal, bermain sepak bola di pantai, atau sekadar menikmati es kelapa muda. Interaksi ini tidak hanya menunjukkan kehangatan masyarakat, tetapi juga menciptakan momen-momen yang membuat para pebalap merasa seperti di rumah.
Indonesia pun tidak ingin berhenti di sini. Untuk mengabadikan kehadiran MotoGP di Mandalika, dibangunlah Pertamina MotoGP Experience Gallery—museum pertama di dunia yang didedikasikan untuk sejarah MotoGP. Ini adalah langkah besar yang menunjukkan bahwa Indonesia berkomitmen menjadikan Mandalika sebagai ikon MotoGP global. Pembangunan museum ini jelas bukan hanya untuk mengenang momen-momen balapan di Mandalika, tetapi juga sebagai tempat edukasi dan wisata yang menarik untuk masa depan.
Museum MotoGP yang dibangun di atas lahan seluas 400 meter persegi ini memiliki dua area utama, yaitu North Gallery dan South Gallery. Kedua galeri tersebut dipenuhi dengan koleksi memorabilia yang menggambarkan evolusi balap motor, mulai dari helm canggih, pakaian balap berteknologi kantung udara, hingga replika motor tim-tim ternama seperti Pertamina Enduro VR46 milik legenda balap Valentino Rossi.
Menariknya, museum ini menampilkan koleksi yang sebelumnya hanya bisa dilihat di museum pribadi para pebalap terkenal seperti Marc Marquez, Valentino Rossi, dan Jorge Lorenzo. Namun, berbeda dengan museum pribadi yang eksklusif, Pertamina MotoGP Experience Gallery ini dibangun agar bisa dinikmati oleh seluruh penggemar MotoGP dari berbagai belahan dunia. Hal ini tentu menjadi terobosan karena sebelumnya Dorna Sports belum pernah membangun museum sejenis di manapun sejak MotoGP pertama kali digelar pada tahun 1949.
Walau bangunan ini masih bersifat sementara, rencananya pada musim MotoGP 2025 nanti, museum ini akan menjadi gedung permanen dengan koleksi yang lebih lengkap. Pembangunan yang dilakukan oleh ITDC dan Dorna Sports menunjukkan tekad kuat Indonesia untuk menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar lintasan balap—tetapi juga sebuah pusat sejarah dan edukasi yang bisa menjadi daya tarik wisata jangka panjang.
Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Mandalika sebagai salah satu sirkuit terindah di dunia, tetapi juga mengangkat citra Indonesia sebagai negara yang serius membangun ekosistem olahraga berkualitas internasional. Dengan adanya museum ini, Mandalika berpotensi menjadi lebih dari sekadar tuan rumah MotoGP, tetapi juga destinasi wisata unggulan yang menghubungkan sejarah, budaya, dan olahraga dalam satu paket menarik.



