Indonesia-Inggris Jalin Kerja Sama Pengembangan Teknologi Kelautan dan Perikanan

Pertemuan tersebut mengangkat berbagai isu strategis terkait rencana kerja sama dalam pengembangan teknologi di sektor kelautan dan perikanan antara Indonesia dan Inggris. Salah satu topik utama adalah modernisasi budi daya perikanan, serta kemajuan pembangunan Ocean Accounting (Neraca Sumber Daya Laut), yang mendapat dukungan dari Blue Planet Fund UK.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyampaikan bahwa pengembangan Ocean Accounting yang melibatkan Blue Planet Fund masih berjalan, dan diharapkan dapat segera rampung. “Neraca ini merupakan alat penting bagi pelaksanaan program ekonomi biru. Semoga inovasi bersama ini segera selesai,” kata Menteri Trenggono dalam pernyataan resmi KKP di Jakarta, Selasa (5/11/2024). Neraca ini berperan vital dalam merinci dan memantau pemanfaatan sumber daya laut secara lebih berkelanjutan.

Proyek percontohan pengembangan Neraca Sumber Daya Laut telah diterapkan di 10 lokasi di Indonesia, termasuk kawasan konservasi seperti Gili Matra, Banda, Raja Ampat, hingga Pulau Kapoposang. Program ini didukung oleh Global Ocean Accounts Partnership (GOAP), salah satu inisiatif di bawah portofolio Blue Planet Fund. Pengembangan ini diharapkan meluas hingga mencakup seluruh wilayah perairan Indonesia. Langkah ini menegaskan ambisi Indonesia sebagai pemimpin dalam manajemen sumber daya laut yang terpadu.

Selain pengembangan neraca, pertemuan tersebut juga mengeksplorasi potensi kerja sama di bidang budi daya perikanan. Menteri Trenggono mengajak Inggris, melalui Blue Planet Fund, untuk mendukung modernisasi sektor ini. Ia menekankan bahwa budi daya perikanan adalah solusi untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut dari ancaman penangkapan ikan berlebih (overfishing) dan praktik-praktik yang kurang ramah lingkungan. Dengan begitu, ketahanan pangan global juga dapat lebih terjamin.

Trenggono berharap agar Blue Planet Fund berperan lebih besar dalam mendukung target-target program Ekonomi Biru Indonesia, khususnya dalam modernisasi budi daya perikanan. Sejak 2022 hingga 2023, kerja sama serupa telah dilakukan, terutama di bidang resistensi antimikroba pada budi daya ikan, melalui kolaborasi dengan Fleming Fund Inggris. Kolaborasi ini telah membantu memperkuat fasilitas laboratorium uji di Balai Pengujian Kesehatan Ikan dan Lingkungan yang dimiliki oleh KKP.

Selain itu, pertemuan juga membahas rencana kerja sama dalam pengembangan teknologi satelit dan pengolahan data untuk pengawasan sumber daya laut dan perikanan, serta modernisasi kapal-kapal penangkapan ikan. Inovasi ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola laut dan perikanan yang lebih efisien dan terukur di masa depan.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, turut mengapresiasi langkah Indonesia sebagai pelopor dalam pengembangan Ocean Accounting. Ia menegaskan dukungan Inggris terhadap penyelesaian teknologi ini, serta menanggapi usulan kerja sama lebih lanjut dalam sektor budi daya perikanan. Menurutnya, Indonesia dan Inggris memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis dalam mewujudkan tata kelola kelautan dan perikanan yang berkelanjutan, sebuah tujuan yang semakin relevan di tengah tantangan lingkungan global saat ini.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×