Indonesia Jadi Contoh Transformasi Pendidikan Lewat Inovasi Teknologi!

Transformasi pendidikan dalam konsep Merdeka Belajar selama lima tahun terakhir telah menjadi pondasi penting dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Berbagai intervensi berbasis teknologi telah diterapkan oleh para guru, kepala sekolah, dan kepala dinas pendidikan untuk menyederhanakan proses administrasi. Hasilnya, mereka kini dapat lebih fokus menciptakan pembelajaran yang berpusat pada kebutuhan murid dan membuka kesempatan belajar yang lebih luas. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, saat berbicara di depan delegasi dari 20 negara dan 9 organisasi internasional dalam acara Gateways Study Visit Indonesia (GSVI) 2024 di Bali.

Nadiem menegaskan bahwa dalam lima tahun terakhir, Indonesia telah mengimplementasikan transformasi besar dalam dunia pendidikan dengan memanfaatkan teknologi sebagai alat penyeimbang. Teknologi bukan hanya dimanfaatkan untuk digitalisasi proses, tetapi juga sebagai pendorong sinergi antara guru, kepala sekolah, dan kepala dinas pendidikan untuk bekerja lebih efektif dalam memberikan layanan terbaik bagi para siswa. Dengan begitu, pembelajaran tidak lagi sekadar tentang mengejar target kurikulum, tetapi bagaimana menciptakan pengalaman belajar yang bermakna.

Kemendikbudristek telah meluncurkan sejumlah inovasi teknologi yang berfungsi memindahkan beban administrasi yang selama ini menjadi tantangan utama di sektor pendidikan. Misalnya, sistem pengelolaan kehadiran digital, platform pelaporan otomatis, dan analitik data sekolah yang membantu mengurangi tugas-tugas administratif para pendidik. Ini sejalan dengan inisiatif Gateways yang diinisiasi oleh UNESCO dan UNICEF, di mana negara-negara di dunia saling berbagi strategi dan belajar satu sama lain untuk menginspirasi perubahan positif di bidang pendidikan.

Namun, perubahan seperti ini tidaklah mudah. Penerapan kebijakan baru pasti menghadapi resistensi, terutama jika menyangkut pergeseran paradigma. Pergeseran dari pola pikir tradisional menuju pemanfaatan teknologi digital membutuhkan dukungan yang kuat dan pelatihan intensif. Seperti yang diungkapkan oleh Frank Van Cappelle, Gateways Lead UNICEF, dalam sesi diskusi yang dimoderatori oleh Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Itje Chodidjah. Frank menekankan bahwa perubahan besar pada lanskap kebijakan pendidikan digital menuntut adanya pengambilan keputusan strategis yang berani, dengan teknologi yang dipilih harus berpusat pada kebutuhan pengguna.

Lebih lanjut, Mark West, perwakilan dari UNESCO, memuji konsep “Merdeka Belajar” yang diusung oleh Indonesia. Menurutnya, istilah “Merdeka” mengandung makna yang dalam, yakni pembebasan dalam belajar dan kemerdekaan untuk berkreasi. Teknologi yang dikembangkan oleh Kemendikbudristek memungkinkan para pemimpin sekolah dan pengajar memanfaatkan waktu lebih efisien, berinteraksi dengan murid di luar ruang kelas, serta menggunakan data untuk pengambilan keputusan yang lebih baik. Hal ini mengubah peran pendidik dari sekadar pengajar menjadi fasilitator yang aktif, menciptakan ruang belajar yang lebih interaktif dan inklusif.

Sementara itu, Shinsaku Nomura, Ekonom Senior di Education Global Practice World Bank, menyoroti pentingnya memastikan keberlanjutan dari transformasi pendidikan. Menurutnya, jika reformasi ini tidak dilanjutkan dengan tindakan konkret, ada risiko besar bagi generasi muda untuk kehilangan potensi belajar yang bisa berdampak negatif terhadap perekonomian suatu negara. Ini menunjukkan bahwa investasi pada pendidikan sejatinya adalah investasi pada masa depan ekonomi. Oleh karena itu, kebijakan pendidikan harus dirancang agar tidak hanya menjawab tantangan saat ini, tetapi juga dapat beradaptasi dengan perubahan di masa depan.

Sebagai penutup, Nadiem menyampaikan pesan optimis kepada para pemangku kepentingan global bahwa kunci keberlanjutan adalah menciptakan produk-produk teknologi yang benar-benar bisa diimplementasikan secara luas dan membantu jutaan orang. “Teknologi yang kami kembangkan di Kemendikbudristek bukanlah teknologi sembarangan. Itu adalah hasil kerja keras tim yang telah dipilih dengan cermat, dan terbukti membantu ratusan ribu guru untuk menjadi pionir transformasi digital dalam ekosistem pendidikan Indonesia,” ungkap Nadiem.

Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya ingin mengikuti tren digitalisasi pendidikan global, tetapi juga memimpin perubahan ini dengan pendekatan inovatif yang berpusat pada kualitas pembelajaran dan kesejahteraan murid. Perubahan yang dilakukan pun tidak sebatas pada penerapan teknologi, melainkan transformasi menyeluruh yang melibatkan peningkatan kompetensi guru, dukungan kebijakan, dan infrastruktur. Jika diterapkan secara konsisten, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam membangun ekosistem pendidikan digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×