Pendidikan adalah salah satu pilar utama dalam membangun bangsa, namun masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses dan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Berdasarkan data statistik, dari sekitar 4 juta lulusan SMA/SMK/sederajat, kurang dari 2 juta yang diterima di perguruan tinggi. Sementara sisanya belum tentu langsung bisa bekerja karena mereka belum memiliki keterampilan yang dibutuhkan.
Di Tangerang Selatan, Universitas Pamulang (UNPAM) hadir sebagai solusi untuk tantangan ini. Didirikan pada tahun 2000, dan dikelola oleh Yayasan Sasmita Jaya sejak 2004, UNPAM kini memiliki sekitar 86 ribu mahasiswa dan 2.500 dosen. Dengan filosofi “Berbagi untuk Negeri,” UNPAM berusaha membantu pemerintah memberikan akses pendidikan tinggi kepada masyarakat luas. Dalam acara Kampus Merdeka Fair (KM Fair) 2024 di Padang, Rektor UNPAM, E. Nurzaman, menjelaskan bagaimana UNPAM mengelola Perguruan Tinggi dan program MBKM Mandiri.
Salah satu kebijakan utama yang diterapkan UNPAM untuk memudahkan akses pendidikan adalah menetapkan biaya SPP yang terjangkau, yaitu sekitar Rp1,2 juta per semester, yang bisa dicicil sebesar Rp200 ribu per bulan. Selain itu, UNPAM menyediakan fasilitas lengkap, termasuk empat gedung perkuliahan dengan lift dan eskalator, minimarket, kafe, dan perpustakaan.
Kebijakan lainnya adalah fleksibilitas jadwal kuliah. Mahasiswa yang bekerja di siang hari dapat kuliah di malam hari, dan mereka yang bekerja Senin-Jumat dapat kuliah di hari Sabtu, dengan dukungan e-learning. Sejak lima tahun sebelum pandemi Covid-19, UNPAM telah menerapkan blended learning, dengan 60% pembelajaran tatap muka dan 40% daring.
UNPAM juga memiliki program afirmasi inklusif untuk mahasiswa disabilitas, dengan 71 mahasiswa disabilitas saat ini dan telah meluluskan 14 mahasiswa disabilitas. Pendanaan UNPAM sebagian besar berasal dari aktivitas bisnis Yayasan Sasmita Jaya, yang investasinya dialokasikan untuk kampus.
Kualitas pendidikan di UNPAM tetap terjaga meskipun biaya terjangkau, karena kekurangan biaya disubsidi oleh yayasan. Selain itu, UNPAM berpartisipasi dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), memberikan kesempatan magang dan bekerja kepada mahasiswa di berbagai unit bisnis kampus, seperti produksi air minum, BPR, dan minimarket.
UNPAM berkomitmen untuk terus memberikan akses pendidikan tinggi kepada masyarakat yang kurang beruntung, baik secara finansial, waktu, maupun fisik. Rektor Nurzaman menekankan pentingnya niat mengabdi, harmoni antara rektorat dan yayasan, serta membangun kultur yang mendukung visi-misi.
Menutup diskusi, Nurzaman memberikan saran kepada perguruan tinggi swasta lain untuk memperkuat niat mengabdi, membangun harmoni internal, dan tetap fokus pada visi-misi institusi untuk mencapai kesuksesan.



