Investasi Industri Pengolahan Susu Tembus Rp23 Triliun, Rekor Baru!

Kementerian Perindustrian terus berupaya mempertahankan pasokan bahan baku bagi industri pengolahan susu agar dapat memenuhi permintaan pasar domestik dan internasional. Dengan adanya investasi baru di sektor ini, terutama dari produsen susu cair, permintaan akan bahan baku susu segar dari dalam negeri mengalami peningkatan.

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, menjelaskan bahwa terjadi pergeseran permintaan di pasar dari susu bubuk dan susu kental manis menjadi susu cair, baik UHT maupun yang dipasteurisasi, dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menyebabkan produksi terbesar di industri pengolahan susu saat ini didominasi oleh susu cair dan krim, dengan sisanya adalah susu kental manis dan susu bubuk.

Investasi di sektor ini juga memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, terutama melalui penyerapan tenaga kerja. Hingga tahun 2023, investasi di sektor industri pengolahan susu telah mencapai Rp23,4 triliun dan menyerap 37 ribu tenaga kerja. Saat ini, Indonesia memiliki 88 pabrik industri pengolahan susu dengan total kapasitas produksi mencapai 4,64 juta ton per tahun.

Industri pengolahan susu juga turut berkontribusi pada pertumbuhan industri agro secara keseluruhan. Pada tahun 2023, industri agro tumbuh sebesar 4,15 persen, dengan industri makanan dan minuman menjadi pendorong utama pertumbuhannya. Pada triwulan I tahun 2024, industri makanan dan minuman bahkan tumbuh sebesar 5,87 persen.

Namun, untuk menjaga pertumbuhan industri pengolahan susu, diperlukan langkah-langkah untuk memastikan ketersediaan bahan baku. Saat ini, hanya sekitar 20 persen bahan baku susu yang dipasok dari dalam negeri. Kendala utama dalam pengembangan produksi susu segar di dalam negeri antara lain adalah populasi sapi perah yang masih terbatas, rendahnya produktivitas sapi perah, dan terbatasnya lahan untuk kandang dan pakan hijauan.

Untuk mengatasi hal ini, diperlukan dukungan dan kebijakan pemerintah yang mendukung peningkatan produksi susu segar, baik melalui koperasi susu maupun peternak sapi perah. Kolaborasi antara industri pengolahan susu, koperasi susu, dan peternak sapi perah sangat penting dalam meningkatkan produksi susu segar dalam negeri. Selain itu, program pelatihan SDM untuk peternak dan penerapan Good Agricultural Practices juga diperlukan untuk meningkatkan produktivitas peternak.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×