Kelapa memiliki potensi besar untuk diversifikasi produk, tidak hanya dijual dalam bentuk utuh, tetapi juga bisa diolah menjadi berbagai produk bernilai tinggi. Ini merupakan bagian dari upaya hilirisasi industri berbasis agro.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa Kementerian Perindustrian sedang menggalakkan hilirisasi komoditas kelapa dengan menyusun roadmap untuk pengembangan ekosistem kelapa terpadu. Hal ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi besar kelapa di Indonesia.
Dalam konteks hilirisasi kelapa, pentingnya kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam industri pengolahan kelapa tidak bisa diabaikan. Indonesia telah menarik perhatian negara-negara internasional, terutama di kawasan Karibia, karena kemampuan industri dalam menciptakan berbagai produk olahan kelapa. Sebagai respons, Politeknik ATI Padang, salah satu unit pendidikan di bawah Kemenperin, menyelenggarakan pelatihan kapasitas diversifikasi pengolahan produk kelapa bagi perwakilan dari negara-negara Karibia.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Masrokhan menyatakan bahwa melalui program pelatihan ini, Indonesia berbagi pengalaman dan kemampuan dalam mengembangkan SDM industri kepada negara-negara sahabat. Ini juga merupakan bentuk komitmen Kementerian Perindustrian dalam memperkuat peran Indonesia di panggung global melalui penyediaan SDM industri yang kompeten.
Peserta pelatihan dari negara-negara Karibia akan mempelajari berbagai aspek produksi produk olahan kelapa, termasuk pengolahan minyak kelapa, nata de coco, susu kelapa, serta ilmu quality control, food safety standard, dan packaging.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy, menyambut para peserta pelatihan dan mengundang mereka untuk menikmati proses pelatihan serta menikmati budaya, alam, dan kuliner di Padang.
Dengan adanya pelatihan ini, Politeknik ATI Padang juga memperkuat peranannya dalam menyelenggarakan program pendidikan vokasi di bidang teknologi industri dan manufaktur. Saat ini, seluruh unit pendidikan di bawah Kementerian Perindustrian membuka Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) untuk calon siswa dan mahasiswa yang ingin mendaftar.



