Kemenag melibatkan lebih dari 100 Guru Madrasah Ibtidaiyah dalam Training of Trainer (ToT) literasi keuangan yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagai langkah lanjutan dari kerjasama antara Kementerian Agama dan OJK dalam upaya pengembangan literasi keuangan.
ToT tersebut, yang berlangsung di Jakarta dengan tema “Guru Cerdas Keuangan, Wujudkan Masa Depan Sejahtera”, mendapat apresiasi dari Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Thobib Al Asyhar, yang menekankan pentingnya literasi keuangan bagi para guru madrasah.
Thobib mengungkapkan kekhawatirannya terhadap fakta bahwa sekitar 47 persen guru terjerat dalam pinjaman online ilegal karena kurangnya pemahaman tentang literasi keuangan. Oleh karena itu, melalui ToT ini, diharapkan para guru madrasah dapat memperoleh pengetahuan yang komprehensif tentang pengelolaan keuangan pribadi, investasi, dan perencanaan keuangan.
Selain itu, Thobib juga menyoroti pentingnya integrasi literasi keuangan dalam kurikulum madrasah, dengan memasukkan konsep-konsep tersebut ke dalam mata pelajaran seperti matematika, ekonomi, fikih, dan prinsip-prinsip keuangan Islam.
Dia menekankan bahwa literasi keuangan yang diintegrasikan dengan pendekatan agama akan lebih efektif, karena agama mengajarkan prinsip-prinsip seperti penghematan, kehati-hatian, dan kebermanfaatan dalam pengelolaan harta.
Thobib berharap bahwa setelah mengikuti ToT, para guru madrasah akan menjadi agen perubahan dalam menyebarkan literasi keuangan melalui berbagai kegiatan seperti seminar, workshop, dan pemanfaatan media sosial. Peningkatan literasi keuangan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan untuk mengelola keuangan dengan cerdas demi mencapai visi Indonesia Emas 2045.



