Hiburan Dongeng di Stan Kepulauan Seribu pada Pameran Flona 2024
Kabupaten Kepulauan Seribu menghadirkan hiburan menarik berupa dongeng bagi para pengunjung Pameran Flona 2024 yang berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta.
Menurut siaran pers Pemprov DKI Jakarta pada Senin (15/7/2024), Unit Kerja Teknis (UKT) 1 dari Kabupaten Kepulauan Seribu menyelenggarakan sesi mendongeng di stan mereka. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca serta mengembangkan imajinasi dan kreativitas anak-anak.
Windarwati, Kepala Seksi Perpustakaan dan Kearsipan, UKT 1, menjelaskan bahwa sesi mendongeng di stan Kepulauan Seribu telah menjadi hiburan yang disukai oleh pengunjung.
“Kegiatan mendongeng di stan Kepulauan Seribu biasanya mendapatkan tanggapan positif dari pengunjung. Banyak orang tua merasa senang melihat anak-anak mereka menikmati cerita yang edukatif dan menghibur. Anak-anak pun terlihat antusias dan bahagia mendengarkan cerita-cerita yang disampaikan,” ungkap Windarwati.
Pameran Flona Tahun 2024 diselenggarakan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, mulai 5 Juli hingga 2 Agustus 2024, dengan tema “Jakarta Global Hijau Mempesona”.
Stan Kabupaten Kepulauan Seribu mengusung tema Wisata Pesisir dan natural tourism, menampilkan berbagai miniatur menarik seperti Pulau Macan, kapal pinisi, habitat biawak, serta buah-buahan seperti sukun dan pisang kepok belanda.
“Kegiatan mendongeng di Pameran Flona Tahun 2024 ini sangat positif dan bermanfaat bagi anak-anak. Kami berharap kegiatan ini akan terus berkembang di masa depan. Selain itu, ada pemberian hadiah dan bingkisan untuk peserta yang didukung oleh Lions Club PS31, Gramedia, dan Ikafasas,” tambah Windarwati.
Kegiatan mendongeng di stan Kepulauan Seribu ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga berperan penting dalam pendidikan dan pengembangan karakter anak. Dengan mendengarkan dongeng, anak-anak dapat mengembangkan kemampuan berimajinasi, meningkatkan minat baca, serta mempelajari nilai-nilai moral yang disampaikan melalui cerita.
Selain itu, inisiatif ini juga menunjukkan bahwa festival dan pameran dapat menjadi platform edukatif yang mengintegrasikan hiburan dengan pembelajaran. Menghadirkan dongeng dalam pameran seperti Flona membantu menarik minat anak-anak terhadap budaya membaca dan belajar, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada peningkatan literasi di masa depan. Oleh karena itu, kegiatan semacam ini perlu didukung dan dikembangkan lebih lanjut untuk manfaat jangka panjang bagi masyarakat.



