SMPN 1 Bogor lagi-lagi bikin bangga. Kali ini, lima siswa kelas IX sukses menembus finalis Bogor Innovation Award (BIA) 2025 berkat ide cerdas mereka: mengolah kulit pepaya jadi tepung. Dari bahan yang biasanya dianggap limbah, lahirlah produk inovatif yang bisa diolah jadi kukis sampai brownies sehat. Keren, kan?
Kepala SMPN 1 Bogor, Estiza Septiana, menjelaskan kalau karya ini lahir dari kegiatan ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR). “Tahun lalu, anak-anak berhasil juara dua dengan inovasi briket ramah lingkungan. Tahun ini, alhamdulillah bisa masuk finalis lagi dengan produk olahan kulit pepaya,” jelasnya saat ditemui di sekolah.
Salah satu anggota tim, Hans Merlin Ludwig, bercerita bahwa ide ini muncul dari rasa prihatin melihat banyak kulit pepaya terbuang sia-sia. Bersama empat temannya—Abimanyu Rayhan Lintang Ramadhan, Muhamad Sulthan Hadi Firmansah, Arzie Syauqi Beik, dan Muhammad Raffa Octara—mereka mulai bereksperimen sejak kelas VII. “Awalnya banyak gagal, tapi dengan bimbingan guru dan dukungan orang tua, akhirnya produk berhasil jadi dan masuk finalis BIA 2025,” ungkap Hans dengan bangga.
Hasil riset laboratorium pun menunjukkan kalau tepung kulit pepaya punya nilai gizi yang oke: serat tinggi, protein cukup, dan kadar lemak rendah. Jadi, selain mengurangi limbah, produk ini juga punya potensi jadi alternatif bahan pangan sehat. Kalau dipikir-pikir, inovasi anak SMP ini bisa banget jadi inspirasi bisnis ramah lingkungan di masa depan.
Estiza menambahkan, sekolah memang berusaha memberikan ruang dan fasilitas agar ide-ide kreatif siswa bisa berkembang. Mulai dari laboratorium, baju praktik, hingga pendampingan intensif. Biaya pun ditopang melalui dukungan orang tua lewat komite sekolah. “Sinergi siswa, guru, orang tua, dan mitra seperti IPB sangat penting. Dengan kolaborasi ini, anak-anak bisa fokus berkreasi,” tegasnya.
Tak hanya di bidang sains, SMPN 1 Bogor juga gencar mengembangkan literasi. Setiap Rabu, siswa dilatih menulis pantun, puisi, dan karya kreatif lain yang kemudian dibukukan. Jadi, anak-anak tidak hanya pintar akademik, tapi juga menghasilkan karya nyata yang bisa bernilai ekonomi.
Kalau dilihat, inilah kekuatan SMPN 1 Bogor: sekolah bukan sekadar tempat belajar, tapi juga laboratorium ide. Siswa didorong untuk berani mencoba, guru memberi pendampingan, orang tua mendukung penuh, dan masyarakat akhirnya ikut merasakan manfaatnya.
Dengan semangat kolaborasi ini, SMPN 1 Bogor menegaskan diri sebagai sekolah yang benar-benar memberi ruang luas bagi siswanya untuk berinovasi, berkreasi, sekaligus berkontribusi nyata bagi masyarakat.



