Kurikulum Merdeka: Meningkatkan Kualitas Pendidikan yang Adil dan Merata!

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 12 Tahun 2024 tentang “Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah”. Ini merupakan landasan hukum untuk kebijakan Merdeka Belajar, yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dengan prinsip keadilan.

Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti, menyampaikan hal ini pada forum Tematik Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) di Jakarta. Forum ini, dengan tema “Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran”, bertujuan untuk mengajak seluruh humas pemerintah dalam Bakohumas untuk menyosialisasikan kebijakan Kurikulum Merdeka kepada masyarakat secara luas.

Dalam konteks ini, Suharti menekankan bahwa implementasi Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 memerlukan dukungan penuh dari semua instansi terkait, agar Kurikulum Merdeka dapat dijalankan secara efektif di seluruh lembaga pendidikan di Indonesia.

Suharti juga menyoroti bahwa penerbitan Permendikbudristek tersebut merupakan langkah yang melengkapi berbagai inisiatif dan kebijakan Merdeka Belajar lainnya, seperti Platform Merdeka Mengajar, Asesmen Nasional (AN), Rapor Pendidikan, serta Akreditasi Sekolah dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan.

Di sisi lain, Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Hasyim Gautama, menggarisbawahi bahwa pendidikan di Indonesia saat ini menghadapi tantangan baru, terutama terkait dampak pandemi COVID-19 yang menyebabkan learning loss. Oleh karena itu, Kurikulum Merdeka menjadi instrumen penting dalam memperbaiki sistem pendidikan yang dinilai kurang responsif terhadap perkembangan zaman.

Hasyim juga menyoroti hasil Programme for International Student Assessment (PISA) yang menunjukkan hanya sekitar 30 persen peserta didik di Indonesia yang memenuhi kompetensi dasar membaca dan matematika. Oleh karena itu, penerapan Kurikulum Merdeka, dengan fokus pada Asesmen Nasional untuk meningkatkan literasi dan numerasi, dianggap sebagai langkah yang tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Kegiatan Forum Tematik Bakohumas dihadiri oleh 54 peserta dari humas Kementerian dan Lembaga. Diskusi ini menjadi forum penting untuk menyatukan langkah dan strategi dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dan Merdeka Belajar secara keseluruhan.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×