Indonesia membentuk Tim Profesional Pariwisata Nasional (TPPN) untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompetitif secara global di sektor pariwisata. Langkah ini dilakukan bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) serta lembaga terkait lainnya, sebagai respons terhadap ASEAN Mutual Recognition Arrangement on Tourism Professionals (ASEAN MRA-TP).
ASEAN MRA-TP menjadi acuan untuk memfasilitasi mobilitas tenaga kerja profesional di sektor pariwisata di kawasan ASEAN. Standar kompetensi yang disepakati dalam ASEAN MRA-TP harus diterapkan dengan baik oleh TPPN, termasuk dalam lembaga pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi. Hal ini bertujuan agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi pemain utama dalam industri pariwisata regional.
Dalam upaya mempercepat implementasi ASEAN MRA-TP, TPPN akan memperkuat dan mengintegrasikan Satu Data ASEAN. Saat ini, data terkait masih terfragmentasi di masing-masing kementerian atau asosiasi, sehingga konsolidasi data ini menjadi penting untuk mendukung implementasi ASEAN MRA-TP secara efektif.
Selain itu, pengembangan lebih lanjut terhadap kurikulum berstandar ASEAN untuk SMK telah dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sejak 2019. Hal ini menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia dalam menghadapi persaingan global di sektor pariwisata.
Kolaborasi antar lembaga dan kementerian dalam TPPN diharapkan dapat mengakselerasi pembentukan SDM yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri pariwisata. Dengan demikian, sektor pariwisata Indonesia diharapkan dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional, terutama setelah pulih dari dampak pandemi COVID-19 yang signifikan terhadap industri pariwisata.



